Mediabengkulu.co – Tidak bisa dipungkiri, terkadang justru orang yang paling kita percayai malah menjadi sumber luka terdalam.
Bukan karena kita lemah, tetapi karena harapan kita yang terlalu besar bahwa mereka akan memperlakukan kita sebaik mungkin.
Menghadapi orang yang terus menyakiti, bukan berarti kita harus berubah menjadi keras atau membalas dengan amarah.
Praktisi pengembangan diri, Rina Hartati, berbagi cara bijak agar tetap kuat tanpa kehilangan kebaikan dalam diri.
“Melindungi diri bukan berarti menjadi egois. Ini tentang menjaga harga diri dan kesehatan mental kita,” ujar Rina, Senin (28/4/2025).
Berikut tujuh sikap yang bisa diterapkan:
1. Tetapkan Batasan yang Tegas
Berani menetapkan batas adalah bentuk penghormatan terhadap diri sendiri. Sampaikan dengan jelas apa yang tidak bisa kamu toleransi.
“Kalau kita tidak menetapkan batas, jangan heran jika orang lain terus melangkahi,” kata Rina.
2. Bicara dengan Tenang, Bukan Emosi
Mengungkapkan perasaan dengan tenang jauh lebih efektif daripada marah-marah atau diam saja.
“Kalimat yang jernih lahir dari pikiran yang tenang. Bicaralah saat emosi sudah reda,” tambahnya.
3. Jangan Membiarkan Luka Menjadi Identitas
Jangan sampai luka yang kamu alami membuatmu terus merasa menjadi korban. Kamu lebih dari itu.
“Berhenti meromantisasi rasa sakit, mulailah bercerita tentang bagaimana kamu menjaga diri,” ujarnya.
4. Bedakan Niat dan Dampak
Tak semua orang yang menyakitimu berniat buruk. Namun, tetap saja kamu berhak merasa terluka.
“Perasaanmu valid, meski orang lain menganggapnya sepele,” tegas Rina.
5. Tidak Semua Orang Pantas Diberi Kesempatan Kedua
Memang memaafkan itu baik, tapi bukan berarti kamu harus terus membiarkan dirimu disakiti.
“Kamu berhak memilih siapa yang tetap tinggal dalam hidupmu,” katanya.
6. Fokus Memperkuat Diri Sendiri
Daripada sibuk memperbaiki hubungan yang toxic, lebih baik bangun ketahanan mentalmu.
“Orang yang kuat tahu kapan memperbaiki dan kapan melepaskan,” jelasnya.
7. Berani Pergi Saat Diperlukan
Kadang, pilihan terbaik adalah meninggalkan hubungan yang penuh luka.
“Pergi bukan kalah, tapi bentuk tertinggi dari mencintai diri sendiri,” tutup Rina.
Dengan menerapkan langkah-langkah ini, kamu tidak hanya melindungi dirimu dari luka yang berulang, tetapi juga membangun pondasi kebahagiaan yang lebih kokoh.
Sumber: Fimela.com






