Aceh Tengah, mediabengkulu.co – Polres Aceh Tengah bersama BKO Sat Brimob Polda Aceh, TNI, dan masyarakat membangun tujuh jembatan darurat di wilayah terisolir Kabupaten Aceh Tengah.
Pembangunan ini mempercepat pemulihan akses transportasi warga pascabencana.
Tujuh jembatan darurat tersebut dibangun di beberapa kecamatan.
Lokasinya meliputi Desa Owaq dan Umang, Kecamatan Linge; Desa Gele Pulo, Kecamatan Bintang; Desa Paya Kolak dan Kuyun Uken, Kecamatan Celala; serta Desa Pilar dan Mekar Maju, Kecamatan Rusip Antara.
Personel Polres Aceh Tengah, Sat Brimob Polda Aceh, TNI, dan warga mengerjakan pembangunan secara gotong royong.
Kehadiran jembatan darurat ini langsung membuka kembali akses mobilitas, distribusi logistik, serta aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Pol Erdi A. Chaniago, mengatakan pembangunan jembatan darurat ini menunjukkan kehadiran Polri dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
“Polri bersama TNI dan masyarakat berkomitmen membuka kembali akses warga. Sinergi lintas sektor menjadi kunci percepatan pemulihan pascabencana,” ujar Kombes Pol Erdi A. Chaniago.
Ia menegaskan, Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga aktif dalam misi kemanusiaan, terutama saat terjadi bencana alam.
Pembangunan tujuh jembatan darurat ini diharapkan mempercepat pemulihan wilayah terdampak sekaligus memperkuat solidaritas antara aparat dan masyarakat di Kabupaten Aceh Tengah. (**)
7 Jembatan Darurat Dibangun di Wilayah Terisolir Aceh Tengah






