Tagih Janji Sang Politisi

Masyarakat saat memperbaiki jalan (foto : istimewa)

Seluma, mediabengkulu.co – Hari ini. Warga Desa Dusun Baru, Kecamatan Ilir Talo, Kabupaten Seluma, berhenti bekerja seperti biasanya untuk mencari nafkah.

Biasanya pagi-pagi mereka sudah berangkat bekerja untuk menyadap karet, ke kebun sawit, ataupun ke sawah. Karena hampir seluruh masyarakat Desa Dusun Baru berprofesi sebagai petani.

Khusus hari ini, para warga Desa Dusun Baru berbondong-bondong menuju jalan lintas, yang kondisinya memang sangat memprihatinkan.

Jalan sudah banyak yang rusak, banyak genangan air karena sudah banyak jalan yang berlobang dan genangan air.

Mereka, warga Desa Dusun Baru secara bergotong royong menimbun jalan yang berlobang denga alat seadanya.

Ada yang membawa cangkul, skop, alat angkut material, parang dan peralatan lainnya, yang biasa mereka gunakan untuk ke kekebun.

Setelah warga Desa Dusun Baru, semuanya berkumpul di lokasi yang telah ditentukan sebelumnya. Gotong royong pun dimulai.

“Bawa koralnya kesini, kita timbun disini dulu. Karena lobang yang ini lebih dalam,” kata salah satu warga yang ikut bekerja.

Ada yang menimbun jalan menggunakan sekop dan cangkul, ada juga yang mengangkut material. Dengan penuh semangat dan kompak mereka bekerja.

“Iya, lobang ini kalau musim hujan penuh air. Mirip kolam lele,” ucap mereka bercanda gurau sembari bekerja.

“Panas satu bulan saja, genangan air nya gak bakal kering. Jadi pas untuk ternak lele,” ucap mereka, dengan nada guyonan.

“Kita selesaikan hari ini, biar jalan yang berlobang aman untuk dilalui,” ajak salah satu warga, kepada warga yang lain yang tengah bekerja.

Bukan hanya warga yang bekerja untuk memperbaiki jalan, Pemerintah Desa Dusun Baru dan Pemerintah Kecamatan Ilir Talo juga ikut berpartisipasi.

“Terima kasih. Kalian telah kerja bakti. Gotong royong dalam menimbun jalan provinsi ini,” kata Zaiyadi Abdillah, Camat ilir Talo, kepada warga Desa Dusun Baru.

“Semoga saja pemerintah segera memperbaiki jalan ini ya pak. Jangan cuman janji-janji terus,” jawab mereka sembari bekerja.

Jalan yang rusak jika musim hujan banyak genangan air karena sudah banyak yang berlobang, serta saluran drainase sudah banyak yang rusak dan tersumbat.

Sedangkan jika musim panas tiba, jalan menjadi berdebu bahkan debu bertebangan sampai kepelataran rumah-rumah warga setempat.

“Gubernur kan perna berjanji untuk melakukan perbaikan jalan, pada Pilkada 2020 lalu. Tapi entah belum juga diperbaiki,” ucap warga yang tengah bekerja.

“Iya benar. Waktu itu pak gubernur menyampaikan akan membangun jalan Ilir Talo dari Dusun Baru menuju Pasar Talo sampai ke pesisir barat Desa Rawa Indah dan Pasar Seluma,” jawab Zaiyadi.

“Seharusnya Pemerintah Provinsi Bengkulu dan anggota DPRD Dapil Seluma dapat meninjau langsung ke lokasi jalan yang rusak ini,” kata mereka.

“Ya, semoga saja pihak DPRD selaku wakil kita dapat menganggarkan perbaikan jalan di tahun anggaran 2025,” ucap Zaiyadi, sembari membantu warga yang tengah bekerja.

“Padahal setiap Musrenbang dari tingkat desa, kecamatan, hingga Musrenbang kabupaten jalan ini menjadi usulan prioritas utama untuk diperbaiki,” saut salah satu warga.

“Iya, akan tetapi waktu diajukan ke provinsi hilang terus anggarannya, di tahun ini informasinya mau dibangun tapi anggarannya tidak ada,” jawab Zaiyadi.

“Bagi yang punya mobil truk, agar dapat menurunkan material batu koral, untuk menimbun lobang,” himbau Zaiyadi kepada warga yang hadir saat gotong royong.

“Ok. Siap pak, aman,” jawab mereka serentak, sembari mengangkat jempol tanda setuju atas perintah dari camat mereka.

Dengan gotong royong, akhirnya jalan yang berlobang berhasil ditimbun, walaupun hasilnya tak begitu bagus seperti hasil pekerjaan yang dikerjakan oleh pihak kontraktor.

Tapi bagi mereka. Itu sudah sangat berdampak untuk memperlancar aktivitas perjalanan. Jalan yang rusak tersebut tercatat sebagai aset Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Usai warga bekerja gotong royong memperbaiki jalan, para wartawan menghampiri mereka.

“Harapannya kedepan apa pak?,” tanya wartawan kepada mereka yang tengah istiraharat usai bekerja memperbaiki jalan.

“Kami berharap pihak pemerintah dan DPRD selaku wakil kami agar dapat menganggarkan perbaikan jalan di tahun anggaran 2025,” ucap Zaiyadi, mewakili warganya.

“Kami mengingatkan kembali kepada bapak gubernur untuk memenuhi janji,” kata Zaiyadi, didampingi masyarakat Dusun Baru.

Setelah selasai bekerja, Mereka. Masyarakat Desa Dusun Baru beranjak pulang kerumah mereka masing-masing.

Seluma, 8 Juli 2024. Penulis: Alsoni Mukhtiar // Editor: Sony