Magelang, mediabengkulu.co – Tim BENTROK dari Universitas Bengkulu sukses mengukir prestasi membanggakan dengan meraih Juara I kategori Musikalisasi Puisi dalam ajang Lomba Puisi Tingkat Nasional.
Kompetisi ini berlangsung sejak 25 Mei hingga 3 Juni 2025 dan digelar atas kerja sama Universitas Tidar bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia.
Ketua tim sekaligus Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa Teater Besurek Unib, Goval, bersama Fasya Nabila Meywa dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP, tampil memukau di Gedung Suparsono, Universitas Tidar, Magelang.
Penampilan mereka yang penuh penghayatan dan musikalitas langsung mencuri perhatian dewan juri dan penonton.
Pelatih Denis Kurniawan, yang mendampingi sejak awal, menjelaskan bahwa persiapan hanya berlangsung selama 1,5 bulan.
Namun, semangat dan disiplin latihan membuat mereka tampil optimal.
“Kita datang dengan tekad kuat. Ini kali kedua Goval mengikuti lomba di Untidar, dan hasilnya kali ini sangat membanggakan,” ujar Denis, Rabu (4/6/2025).
Tim BENTROK tampil sebagai peserta pertama dalam babak final yang berlangsung pada 3 Juni 2025.
Meski berada di urutan awal, Goval dan Fasya menunjukkan performa terbaik dalam waktu sekitar lima menit.
Dengan mengusung tema “Nuansa Cinta Negeri dalam Bait Puisi,” mereka berhasil menyampaikan pesan kebangsaan melalui karya seni yang menyentuh.
Kompetisi ini melibatkan 16 tim dari delapan provinsi di Indonesia.
Selain Unib, finalis lainnya berasal dari STKIP PGRI Trenggalek, Universitas Tidar, Universitas Muhammadiyah Mataram, dan Universitas Muhammadiyah Purworejo.
Dua tim pelajar juga turut masuk final, yaitu dari SMK Muhammadiyah I Temanggung dan MA PK Daarul Hidayah.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unib, Candra Irawan, menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih.
Ia berharap keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya.
“Kami bangga dan berharap semakin banyak prestasi nasional yang diraih mahasiswa Unib. Ini bukti bahwa kreativitas dan semangat juang mahasiswa kita patut diacungi jempol,” tuturnya.
Prestasi Tim BENTROK membuktikan bahwa seni bukan hanya soal ekspresi, tetapi juga bisa menjadi sarana memperkuat cinta tanah air dan semangat kebangsaan di kalangan generasi muda. (Ansor)






