Jakarta, mediabengkulu.co – Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mempercepat agenda kedaulatan pangan.
Indonesia menargetkan swasembada gula, telur, dan daging ayam pada 2026 sebagai langkah menuju ketahanan pangan total.
Target ini diperkuat oleh capaian swasembada beras dan jagung yang tercapai lebih cepat dari jadwal.
Produksi beras nasional sepanjang 2025 juga melonjak, membuka ruang penguatan komoditas pangan lain dan pengurangan impor.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan strategis.
Pemerintah mengendalikan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) secara berimbang untuk melindungi petani dan konsumen.
“Kami menjaga HET hingga Ramadhan dan seterusnya. HPP juga tetap kami jaga,” ujar Andi Amran Sulaiman.
Ia menyebut stok beras nasional mencapai 3,3 juta ton pada akhir Januari, tertinggi sepanjang sejarah. Kondisi ini memastikan harga pangan tetap terkendali.
Presiden Prabowo menegaskan swasembada pangan menjadi fondasi kedaulatan negara.
Ia mengapresiasi seluruh pelaku sektor pertanian atas percepatan capaian tersebut.
“Saya beri target empat tahun. Tapi dalam satu tahun kita sudah swasembada dan berdiri di atas kaki sendiri,” kata Prabowo.
Pada 2026, pemerintah memperluas fokus ke swasembada gula konsumsi.
Produksi nasional ditargetkan mencapai 3 juta ton untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan Presiden Prabowo meminta pemerintah mendorong swasembada komoditas lain yang masih bergantung impor.
“Tahun ini kita swasembada beras dan jagung. Tahun depan kita pertahankan dan lanjut ke swasembada gula,” ujar Sudaryono.
Selain gula, pemerintah mempercepat peningkatan produksi telur dan daging ayam.
Penguatan dilakukan terutama di luar Pulau Jawa untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis.
Pemerintah telah menyiapkan pengembangan peternakan terintegrasi di 13 provinsi guna memastikan pemerataan pasokan pangan nasional.
“Keinginan Presiden, setiap daerah memiliki ketahanan pangan sendiri,” tegas Sudaryono.
Melalui langkah ini, pemerintah menegaskan komitmen membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan, adil, dan berbasis kemandirian nasional. (**)
Menuju Ketahanan Pangan Total, Indonesia Targetkan Swasembada Gula, Telur, dan Ayam pada 2026






