Gubernur Bengkulu Luncurkan Kopi Merah Putih, Petani Naik Kelas

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan saat peluncuran penanaman Kopi Merah Putih di Desa Mangku Rajo, Lebong Selatan, Kabupaten Lebong.
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan Luncurkan Program Kopi Merah Putih di Lebong, Sabtu (7/2/2025). (foto: ist)

Lebong, mediabengkulu – Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, mendorong petani kopi untuk naik kelas.

Melalui Program Kopi Merah Putih, sebuah langkah strategis yang dirancang meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan dan kesejahteraan petani.

Dorongan itu disampaikan Helmi Hasan saat peluncuran penanaman Kopi Merah Putih di Desa Mangku Rajo, Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong, Sabtu (7/2/2026).

Helmi menegaskan, pemerintah tidak ingin petani kopi hanya berhenti sebagai penjual bahan mentah.

Petani harus mampu mengelola hasil panen hingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Petani kita harus naik kelas, dari petani berdaki menjadi petani berdasi. Pemerintah hadir untuk memastikan pendampingan dilakukan secara tuntas dan petani mendapatkan harga terbaik,” tegas Helmi Hasan.

Pada tahap awal, Program Kopi Merah Putih dikembangkan di lahan seluas 20 hektare.

Program ini, merupakan hasil kerja selama satu tahun yang melibatkan berbagai pihak.

Termasuk pendampingan dari Prof. Eggy Mahardika, serta berangkat dari aspirasi petani kopi Bengkulu yang selama ini menghadapi persoalan fluktuasi harga, meski produksi cukup baik.

Helmi menambahkan, pendampingan akan dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan melalui pembentukan Kelompok Kerja Merah Putih.

Pemerintah berkomitmen mendampingi petani mulai dari penanaman, pengolahan, hingga pemasaran.

“Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesungguhan petani. Pemerintah akan terus mendampingi agar kopi Bengkulu mampu bersaing dan memberi nilai tambah nyata,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Eggy Mahardika, mendorong petani untuk menerapkan teknik pertanian modern guna meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi kunci daya saing kopi rakyat di pasar yang lebih luas.

Dari sisi petani, Ketua Kelompok Tani Argo Mulya, Slamet, menyampaikan kebutuhan alat dan mesin pertanian untuk menunjang produksi.

Ia berharap pendampingan tidak berhenti pada tahap penanaman.

“Kami berharap bukan hanya dibantu tanam, tetapi juga dibimbing dan didampingi sampai benar-benar menghasilkan,” kata Slamet.

Program Kopi Merah Putih diharapkan menjadi produk unggulan daerah.

Melalui pengolahan dan pemasaran yang lebih profesional, kopi rakyat Bengkulu diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan petani secara signifikan dan berkelanjutan. (mc)