Dempo Xler Minta Pemprov Bengkulu Benar-benar Verifikasi Tentang Kebenaran Investor

Ketua Komisi l DPRD Provinsi Bengkulu Dempo Xler, SIP MAP pada saat acara Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik bagi Warga Kota Bengkulu di salah satu hotel di Kota Bengkulu, Senin (20/11/2023). (foto : dok)

Bengkulu, mediabengkulu.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu diminta banar-benar verifikasi terhadap kebenaran investor yang ingin berinvestasi di Provinsi Bengkulu agar tidak sekedar harapan bagi masyarakat saja.

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu Dempo Xler menyampaikan, bahwasanya Provinsi Bengkulu memang membutuhkan investasi dari para investor.

Dempo Xler berharap ada Pengusaha luar yang ingin berinvestasi di Bengkulu, tetapi Pengusaha tersebut harus benar-benar diverifikasi, mulai dari perusahaannya, siapa orangnya dan lainnya.

“Kita memang butuh investasi tapi harus diverifikasi kebenaranya, perusahaan apa, benar atau tidak investornya,” sampai Dempo, Senin (20/11/2023).

Dempo menambahkan, jangan karena warga asing atau bule pemerintah mudah percaya, sehingga hanya sekedar harapan bagi masyarakat Provinsi Bengkulu.

“Jangan karena warga asing kita anggap investor, belum tentu. Terlebih kita pernah tertipu, ada orang Arab kita anggap sultan, ada orang dari India dianggap investor, ada mata sipit dianggap investor dari Korea dan lainnya. Investor tidak mesti dari luar, dari Indonesia atau Bengkulu juga bisa asalkan dia memiliki modal dan perusahaan di Bengkulu,” ungkap Dempo.

Lanjut Dempo, beberapa warga asing yang disebut investor dan sampai saat ini belum kunjung terwujud memang itu tidak jelas investasinya.

“Kalau menurut saya investor dari India membangun pabrik minyak goreng, itu bukan gagal tetapi itu memang tidak jelas,” ucap Dempo.

Ketua Komisi l DPRD Provinsi Bengkulu Dempo Xler, SIP MAP pada saat acara Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik bagi Warga Kota Bengkulu di salah satu hotel di Kota Bengkulu, Senin (20/11/2023). (foto : dok)

Sementara itu, wacana investasi pembangunan rumah sakit berskala Internasional dari warga perantau Bengkulu di Malaysia.

Datuk Zahrin salah satu rombongan dari Malaysia mengatakan, wacana pembangunan rumah sakit memang ada tapi masih menunggu feasibility Study (Studi Kelayakan).

“Iya wacana Rumah Sakit Internasional cuma itu saja, sedangkan kelanjutan pihaknya masih menunggi FS, feasibility Study (Studi Kelayakan),” singkat Zahrin.

Selain itu rombongan Malaysia Dapin Asylah Ahkasya menyampaikan, awalnya rombongan tersebut datang ke Bengkulu untuk tujuan jalan-jalan dan silaturahim. Namun, dengan keberuntungan yang tidak disangka-sangka, rombongan tersebut tiba pada hari yang bersamaan dengan perayaan HUT Provinsi Bengkulu.

“Sebenarnya kami satu rombongan berjumlah 60 orang, kami tidak tahu kalau pada 18 November adalah HUT Provinsi Bengkulu dan kami diberikan rezeki dengan Allah. Rupanya kedatangan kami bertepatan dengan HUT Provinsi Bengkulu, Alhamdulillah dari 60 orang diizinkan melihat perayakan hari HUT Provinsi Bengkulu, dan sebanyak 12 orang bisa masuk dan hadir dalam moment rapat paripurna istimewa HUT Provinsi Bengkulu,” tutup Dapin. (Adv/Yl)