Kapolsek Masuk Sekolah, Siswa SMPN 15 Bengkulu Diingatkan Risiko Tawuran

Kapolsek Ratu Agung memberikan pembinaan kepada siswa SMP Negeri 15 Bengkulu saat upacara
Kapolsek Ratu Agung memberikan edukasi kepada siswa tentang bahaya geng motor dan pentingnya disiplin hukum. (foto: ist)

Kota Bengkulu, mediabengkulu.id – Upaya mencegah kenakalan remaja terus digencarkan. Kali ini, polisi langsung masuk ke sekolah.

Kegiatan digelar di SMP Negeri 15 Kota Bengkulu, Senin pagi (20/4/2026). Sejak pukul 07.30 WIB, para siswa mengikuti pembinaan yang dikemas dalam suasana upacara.

Kapolsek Ratu Agung, Ayu Sekar Sari Kuraisin, memimpin langsung kegiatan tersebut.

Ia berdiri sebagai inspektur upacara sekaligus menyampaikan pesan penting kepada para pelajar.

Fokus utamanya, bahaya geng motor.

Dalam arahannya, Ayu mengingatkan, siswa agar tidak mudah terpengaruh lingkungan. Ia menekankan pentingnya memilih pergaulan yang sehat.

“Jangan sampai ikut-ikutan. Dampaknya bisa merusak masa depan,” ujarnya di hadapan siswa.

Ia juga menyinggung soal konsekuensi hukum. Tindakan kekerasan, kata dia, bukan hal sepele. Pelaku penganiayaan bisa dipidana hingga tujuh tahun penjara.

Pengeroyokan bahkan bisa berujung hukuman lebih dari lima tahun. Sementara kepemilikan senjata tajam ilegal dapat dijerat hingga sepuluh tahun.

Pesan lain tak kalah penting. Siswa diminta tertib berlalu lintas, tidak terpancing tawuran, dan bijak menggunakan media sosial.

Polisi juga membuka ruang laporan. Jika menemukan aktivitas mencurigakan, masyarakat bisa segera menghubungi layanan Polri di 110.

Kegiatan ini melibatkan jajaran kepolisian setempat, termasuk IPTU Sinaga dan Brigpol Eki Adi Prawinata. Mereka ikut mendampingi dan berinteraksi langsung dengan siswa.

Dengan mengusung slogan “Geng Motor Bukan Gaya Kito”, para pelajar diajak menjauhi perilaku menyimpang. Disiplin sekolah juga ditekankan, termasuk larangan merokok.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini. Mereka menilai pembinaan seperti ini penting untuk membentuk karakter siswa.

Sementara itu, Kasi Humas Polresta Bengkulu, Endang Sudrajat, menegaskan langkah ini sebagai upaya pencegahan.

“Edukasi sejak dini penting agar pelajar tidak terjerumus. Kami ingin mereka tumbuh disiplin dan taat hukum,” katanya.

Kegiatan berlangsung tertib. Pesan tersampaikan. Harapannya, siswa pulang dengan satu bekal: berani berkata tidak pada geng motor. (**)