Rejang Lebong, mediabengkulu.co – Polemik internal di SMKN 2 Rejang Lebong semakin memanas. Kepala Sekolah, Agustinus Dani, memberikan klarifikasi atas tuduhan pembayaran honor guru honorer dan pemotongan dana PIP.
“SK mereka dari provinsi, bukan dari kepala sekolah,” ujar agustinus Dani, Selasa (17/6/2025).
Agustinus, juga memberikan klarifikasi terkait dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar atau PIP.
Menurut dia, siswa sendiri yang mengambil dana tersebut, dan tidak ada guru yang melakukan pemotongan.
Namun, klarifikasinya dipertanyakan oleh sejumlah guru. Mereka menilai kebijakan Agustinus merugikan siswa dan tidak profesional.
“Para siswa bahkan sempat langsung mengadu ke Gubernur Bengkulu,” ungkap guru ASN, Alexander Leo Permadi.
Praktik arogan juga dilaporkan terjadi di lingkungan sekolah, seperti guru disuruh membersihkan WC dan PTT disuruh merumput dan jaga malam.
Guru honorer, Herlina Julianti, juga mengungkap bahwa honor mengajarnya belum dibayar sejak Agustus 2024 hingga Februari 2025.
Akankah klarifikasi Agustinus diterima oleh guru-guru? Ataukah polemik ini akan terus berlanjut? Simak terus perkembangan kisruh di SMKN 2 Rejang Lebong. (Yurnal)






