Misteri Kematian Emilda Terpecahkan, Pengemudi Honda Revo Diamankan

Misteri Kematian Emilda Terpecahkan, Pengemudi Honda Revo Diamankan. (Foto: ist)

Rejang Lebong, mediabengkulu.co – Kematian Emilda Gustianti yang menggemparkan warga Desa Duku Ulu, Kecamatan Curup Timur, telah terpecahkan, Selasa (9/12/2025).

Berdasarkan penyelidikan kepolisian, Emilda, tewas akibat terjatuh dari sepeda motor Honda Revo yang dikendarai Solihin (70), warga Desa Pahlawan, Kecamatan Curup Utara, Rejang Lebong.

Kejadian ini terjadi saat Solihin mengendarai Honda Revo dengan nomor polisi BD 3**1 KV dari arah Duku Ulu menuju Duku Ilir.

Sesampai di jalan menurun di Sawangan(Perkebunan-red) Desa Duku Ulu, Emilda terjatuh dari sepeda motor dan kepalanya terbentur jalan, menyebabkan pendarahan dari hidung dan telinga.

Bukannya membantu, Solihin justru ingin meninggalkan korban, namun dicegah oleh warga yang melintas.

Pihak kepolisian kemudian melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) dan mencocokkan keterangan warga.

Berdasarkan bukti dan keterangan, Solihin diamankan sebagai tersangka.

“Personil lalulintas dan warga sekitar menelusuri keterangan dan bukti pendukung berupa keterangan dari warga dan CCTV,” kata Kasi Humas Polres Rejang Lebong, AKP Sinar Simanjuntak.

Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kronologi kejadian dan memeriksa kemungkinan adanya faktor lain yang menyebabkan kecelakaan tersebut.

Pengemudi Honda Revo tersebut saat ini telah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Dikabarkan sebelumnya, Seorang wanita bernama Emilda Gustianti (52), ditemukan meninggal dunia di pinggir jalan Desa Duku Ulu, Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong, Senin (8/12/025), sekitar pukul 06.40 WIB.

Korban merupakan warga Desa Duku Ulu yang baru empat bulan berdomisili di sana, sebelumnya tinggal di DKI Jakarta.

Kasi Humas Polres Rejang Lebong, AKP Sinar Simanjuntak, mengungkapkan penemuan mayat wanita tersebut bermula dari laporan warga sekitar yang melihat korban tergeletak di jalan.

“Saksi Andre, warga sekitar, melihat korban dari rumahnya dan segera menghubungi perangkat desa setempat,” ungkap Kasi Humas

Setelah dilakukan pemeriksaan, korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit An-Nissa.

Korban mengalami luka lecet di bibir kanan dan dahi sebelah kiri, serta pendarahan dari hidung dan telinga.

Namun, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi dan memilih untuk memakamkan korban di TPU Desa Duku Ulu,” kata Kasi Humas

Pihak kepolisian telah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi. Korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung.

Pihak keluarga telah menerima jenazah dan memakamkan korban dengan tertib. (Yurnal)