Negara Hadir Pascabanjir Sumatra, 20 Ribu Paket Sekolah Disalurkan untuk Siswa

Negara Hadir Pascabanjir Sumatra, 20 Ribu Paket Sekolah Disalurkan untuk Siswa. (Foto: ist)

Jakarta, mediabengkulu.co – Pemerintah melalui Badan Amil Zakat Nasional menyalurkan 20.000 paket perlengkapan sekolah bagi siswa terdampak banjir di sejumlah wilayah Sumatra.

Bantuan ini menjadi langkah cepat untuk menjaga keberlanjutan pendidikan pascabencana.

Ketua Baznas RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA menegaskan, pendidikan anak tidak boleh terhenti akibat bencana.

“Baznas memastikan anak-anak tetap bisa belajar. Kendala ekonomi pascabencana tidak boleh menghambat pendidikan,” ujarnya.

Paket bantuan berisi tas, buku tulis, alat tulis, dan perlengkapan sekolah lainnya. Baznas juga menyalurkan bantuan keagamaan untuk pemulihan sosial dan spiritual.

Bantuan tersebut meliputi 30.000 sarung dan mukena, 30.000 Al-Qur’an, serta karpet dan paket sound system untuk 500 masjid di wilayah terdampak.

Penyaluran bantuan dilakukan bertahap dan terkoordinasi dengan pemerintah daerah serta relawan kebencanaan.

Skema ini memastikan bantuan tepat sasaran dan menjangkau daerah paling terdampak banjir.

Pemerintah menilai pemulihan pendidikan anak korban bencana harus menjadi prioritas.

Gangguan belajar yang berkepanjangan dinilai berdampak pada kualitas sumber daya manusia ke depan.

Selain membantu kebutuhan belajar, bantuan ini juga membawa pesan kepedulian negara.

Dukungan tersebut diharapkan memulihkan semangat dan motivasi siswa untuk kembali bersekolah.

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Hilman Mufidi meminta sekolah berperan aktif membantu pemulihan mental siswa korban banjir.

“Kami berharap sekolah ikut mendampingi pemulihan psikologis peserta didik yang mengalami trauma pascabencana di Sumatra,” ujarnya.

Sebelumnya, Hilman juga mendorong pemerintah memastikan pemenuhan kebutuhan pendidikan dasar, termasuk perbaikan sarana dan prasarana sekolah yang rusak.

Melalui penyaluran 20.000 paket sekolah ini, pemerintah menegaskan kehadiran negara dalam setiap fase bencana, dari tanggap darurat hingga pemulihan. (**)