Prabowo Prioritaskan Ketahanan Energi

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arahan kebijakan ketahanan energi nasional dalam agenda pemerintahan
Presiden Prabowo Subianto menegaskan ketahanan dan kedaulatan energi sebagai prioritas strategis pembangunan nasional untuk mengurangi impor dan memperkuat kemandirian energi. (foto: ist)

Jakarta, mediabengkulu – Presiden RI Prabowo Subianto, menegaskan ketahanan dan kedaulatan energi sebagai prioritas strategis pembangunan nasional.

Pemerintah menargetkan pengurangan signifikan impor energi demi memperkuat kemandirian nasional.

Mulai 2026, pemerintah menyiapkan langkah penghentian impor BBM tertentu.

Strategi ditempuh melalui peningkatan produksi dalam negeri, penguatan infrastruktur, penambahan cadangan energi, serta percepatan transisi energi bersih.

Kebijakan ini didukung proyek strategis nasional dan alokasi anggaran besar.

Cadangan Energi Diperluas

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyebut arahan Presiden Prabowo sebagai babak baru kebijakan energi nasional.

“Salah satu program prioritas Presiden adalah kedaulatan energi dan swasembada energi,” kata Bahlil.

Menurutnya, pemerintah menyusun peta jalan kebijakan energi bersama Dewan Energi Nasional (DEN).

Pemerintah juga menargetkan peningkatan ketahanan energi nasional. Saat ini cadangan energi Indonesia hanya mampu bertahan sekitar 21 hari.

“Ketahanan energi akan kita tingkatkan menjadi tiga bulan. Untuk itu, pemerintah akan membangun fasilitas storage,” ujar Bahlil.

Diversifikasi dan Energi Nuklir

Selain minyak dan gas, pemerintah mendorong diversifikasi sumber energi.

Salah satu langkahnya adalah pembentukan Nuclear Energy Program Implementation Organization.

“Roadmap sudah selesai. Tahap berikutnya adalah kerja sama dengan negara mitra. Organisasinya hampir rampung,” ungkap Bahlil.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga pasokan energi jangka panjang dan mengurangi risiko ketergantungan impor.

Transisi Energi Terus Dipercepat

Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menyebut posisi ketahanan energi Indonesia saat ini berada pada kategori tahan.

“Skor ketahanan energi Indonesia berada di angka 6,64 dari skala 8,” ujarnya.

Pemerintah terus mendorong efisiensi energi dan penurunan emisi karbon. Pemanfaatan energi terbarukan juga dipercepat.

Potensi energi terbarukan nasional mencapai 3.687 gigawatt, mencakup tenaga surya, air, angin, panas bumi, dan bioenergi.

Energi untuk Masa Depan

Arah kebijakan ini menegaskan visi Presiden Prabowo dalam membangun sektor energi yang berdaulat, berkelanjutan, dan berpihak pada rakyat.

Ketahanan energi diposisikan sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi, stabilitas nasional, dan masa depan pembangunan Indonesia. (**)