Presiden Prabowo Prioritaskan Revitalisasi Sekolah, Fokus 3T dan Sarpras Kritis

Jakarta, mediabengkulu.co – Pemerintah menjadikan revitalisasi sekolah sebagai prioritas nasional.

Program ini menyasar wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar serta sekolah dengan sarana dan prasarana kritis.

Presiden Prabowo Subianto menambah target renovasi sekolah secara signifikan.

Pemerintah akan merevitalisasi 60 ribu sekolah pada 2026.

Jumlah ini melonjak dari rencana awal APBN yang hanya 11.700 sekolah.

Total target kini mencapai 71.700 sekolah.

Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief Muhammad, menyatakan dukungan.

Ia menilai kebijakan tersebut menjawab kondisi riil pendidikan di lapangan.

“Masih banyak gedung sekolah yang rusak dan membahayakan keselamatan siswa serta guru,” kata Habib Syarief.

Ia menegaskan, sarana dan prasarana menjadi fondasi pendidikan.

Proses belajar tidak akan optimal jika dilakukan di gedung bocor atau lantai retak.

Habib Syarief juga menyoroti pentingnya transparansi dan pemerataan. Ia meminta sekolah di wilayah 3T menjadi prioritas utama.

“Komisi X akan mengawal agar program ini tepat sasaran. Ini investasi jangka panjang bangsa,” ujarnya.

Komitmen pemerintah mulai terlihat di lapangan.

Pada 19 Januari 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meresmikan delapan sekolah hasil revitalisasi di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menyebut Pulau Sebatik sebagai pulau kecil terluar yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

“Sekolah harus aman, nyaman, dan mendukung pembelajaran efektif. Sarana pendidikan yang layak adalah kunci,” kata Atip. (**)