Rejang Lebong Mengudara: Paralayang Jadi Magnet Wisata Baru dan Pendorong Ekonomi

Rejang Lebong Mengudara: Paralayang Jadi Magnet Wisata Baru dan Pendorong Ekonomi. (foto: ist)

Rejang Lebong, mediabengkulu.coo – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong terus mendorong pengembangan potensi wisata alam.

Salah satu langkah strategisnya adalah menghadirkan wahana wisata paralayang di kawasan Danau Mas Harun Bastari, yang diharapkan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan dan penggerak ekonomi lokal.

Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari, menyatakan kehadiran paralayang ini akan menjadi daya tarik bagi wisatawan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Kami yakin kehadiran wahana paralayang ini akan menarik minat wisatawan dari luar daerah untuk menikmati pesona alam di Rejang Lebong dari ketinggian,” ujar Muhammad Fikri Thobari. Jum’at (11/7/2025).

Dengan hadirnya wisata paralayang, Bupati optimis ekonomi masyarakat di sekitar lokasi wisata akan meningkat, terutama di sektor perhotelan, penginapan, rumah makan, dan warung-warung sekitar.

Bupati juga menyebutkan bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan uji coba paralayang di lokasi yang sudah ditetapkan.

Momen peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025 juga akan dijadikan sebagai momentum launching wisata paralayang tersebut.

Sekretaris Komite Paralayang Provinsi Bengkulu, Muhammad Diansyah, menyatakan bahwa Rejang Lebong sangat potensial untuk pengembangan olahraga paralayang.

Danau Mas Harun Bastari dinilai sangat mendukung untuk menjadi lokasi uji coba paralayang, dengan akses jalan, transportasi, dan fasilitas penginapan yang sudah tersedia.

Ketinggian terbang di kawasan DMHB diperkirakan mencapai 100 meter, dan kondisi angin yang cukup kencang memungkinkan pilot paralayang untuk terbang lebih jauh dan tinggi.

“Danau Mas Harun Bastari sangat mendukung untuk menjadi lokasi ujicoba paralayang ini. Akses jalan, transportasi, dan fasilitas penginapan sudah tersedia. Bahkan, saat ini tinggal dilakukan pembersihan lokasi dan pembangunan titik take off sesuai standar paralayang,” jelasnya. (Yurnal)