Suharto: Bijak Menggunakan Media Sosial untuk Cegah Berita Palsu

Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Suharto. (foto:dok/Kb)

Bengkulu, mediabengkulu.co – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bengkulu, Suharto, mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

Langkah ini dianggap penting guna mencegah penyebaran berita palsu yang dapat menyebabkan ketidakstabilan sosial dan mengganggu kedamaian masyarakat.

“Di era digital ini, kita sering dihadapkan dengan banyak informasi dari berbagai platform media sosial. Oleh karena itu, penting untuk lebih bijak dalam menyaring informasi dan memverifikasi keakuratannya sebelum menyebarkannya lebih jauh,” ujar Suharto, Kamis (13/6/2024).

Suharto menekankan bahwa penyebaran berita palsu atau hoaks dapat menimbulkan dampak negatif yang serius. “Pesan-pesan palsu dapat menimbulkan kepanikan, mengganggu stabilitas sosial, dan memecah belah masyarakat,” tegas dia.

Untuk itu, Suharto menekankan pentingnya tanggung jawab individu dalam mengelola informasi yang mereka terima dan sebarkan.

“Sebagai masyarakat yang cerdas dan bertanggung jawab, kita harus selalu melakukan verifikasi terhadap sumber informasi, memastikan keakuratannya, dan hanya membagikan informasi jika yakin akan kebenarannya. Hal ini penting untuk menjaga keamanan dan kedamaian masyarakat,” tambah dia.

Ilutrasi Media Sosial. (foto:dok/ist)

Suharto juga mengajak masyarakat untuk lebih kritis dan analitis terhadap semua informasi yang mereka terima, termasuk yang belum terkonfirmasi.

“Kita harus menghindari penyebaran informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Ini adalah langkah penting untuk menciptakan suasana digital yang aman, sehat, dan beradab bagi kita semua,” kata Suharto.

Mengakhiri pernyataannya, Suharto berharap agar seluruh masyarakat Bengkulu dapat berpartisipasi aktif dalam menciptakan lingkungan media sosial yang positif dan konstruktif.

“Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan media sosial yang penuh dengan informasi yang benar dan bermanfaat. Dengan demikian, kita dapat menjaga kedamaian dan stabilitas sosial di masyarakat kita,” pungkas dia.

Langkah-langkah yang diusulkan oleh Suharto tidak hanya relevan bagi masyarakat Bengkulu, tetapi juga penting bagi masyarakat luas.

Di era di mana informasi dapat dengan cepat menyebar melalui media sosial, kemampuan untuk memfilter dan memverifikasi informasi adalah keterampilan yang sangat diperlukan.

Dengan demikian, ajakan Suharto untuk lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial diharapkan dapat mengurangi dampak negatif dari berita palsu dan meningkatkan kualitas informasi yang beredar di masyarakat. (Adv)