Seluma, mediabengkulu.co – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Seluma turun ke lokasi objek wisata Desa Napal Jungur, Kecamatan Lubuk Sandi untuk monitoring dan evaluasi pihak pengelola wisata.
Kepala Bidang Pariwisata, Iwan Stiawan, mengatakan monitoring dan evaluasi ini dilakukan pasca musibah meninggalnya seorang pengunjung asal Kota Bengkulu akibat tenggelam di aliran sungai Napal Jungur.
“Kami mengevaluasi terkait dengan keamanan wisatawan yang akan berkunjung, supaya wisatawan bisa merasa aman dan nyaman ketika berkunjung,” ungkap Iwan, Senin (21/10/2024).
Dikatakan Iwan Stiawan, pihaknya selaku dinas yang membidangi pariwisata selalu memberikan masukan terhadap pengelola wisata dalam hal ini kelompok sadar wisata atau Pokdarwis terkait dengan standar operasional prosedur pelayanan.
“Wisata Napal jungur saat ini ditutup sementara, untuk batasan waktu ditutup belum tahu. Kita masih menunggu arahan dari Kapolsek Sukaraja,” kata Iwan Stiawan.
Sementara Kapolsek Sukaraja, Iptu Catur Teguh Susanto, mengatakan saat ini pihaknya menutup sementara wisata Napal Jungur kerena tengah melakukan penyelidikan terkait insiden meninggalnya wisatawan asal Kota Bengkulu.
“Kita lakukan penutupan sementara dengan batas waktu yang tidak bisa ditentukan, itu kita lakukan untuk melakukan penyelidikan lebih mendalam mengenai peristiwa tersebut,” kata dia.
Laporan: Alsoni Mukhtiar // Editor: Sony






