Utang DPRD Seluma Tak Kunjung Dibayar, Sekwan Hanya Sebatas Janji

Rapat paripurna DPRD Seluma (foto: Soni/mediabengkulu.co)

Seluma, mediabengkulu.co – Utang tiket pesawat untuk keperluan perjalanan dinas unsur pimpinan, anggota, dan pegawai Sekretariat DPRD Kabupaten Seluma tak kunjung dibayar.

Sekretaris DPRD selaku pengguna anggaran hanya sebatas janji, dan belum juga ada realisasi pembayaran hingga pertengahan tahun 2025 ini.

Demikian disampaikan oleh Pimpinan Serawai and Travel, Dendi Suryanto, selaku pihak rekanan atau penyedia tiket pesawat, Selasa (17/6/2025).

“Pak Sekwan hanya janji-janji saja. Namun hingga kini belum juga ada realisasinya. Belum juga dilunasi tiket pesawat yang terutang,” ungkap Dendi Suryanto.

Dendi Suryanto mengatakan tiket pesawat yang belum dibayar oleh pihak Sekretariat DPRD dari bulan Januari hingga Desember 2024 dengan total sebesar Rp 110.367.337.

Pihaknya juga telah melayangkan surat tagihan pembayaran kepada Sekretaris DPRD Kabupaten Seluma. Namun hingga tahun angaran 2025 ini utang tersebut belum juga dilunasi.

“Kita sudah pernah mengirimkan surat kepada Sekretaris DPRD. Namun hingga kini sudah pertengahan tahun belum juga ada tindak lanjutnya,” ucap Dendi Suryanto.

Dendi Suryanto berharap kepada pihak Pemerintah Kabupaten Seluma dan DPRD untuk segera secepatnya merealisasikan dan melunasi tagihan utang tiket tersebut.

“Mengingat sudah memasuki tahun anggaran 2025. Kami berharap bisa segera melunasi tagihan utangnya, demi kelancaran bersama,” ujar Dendi Suryanto.

Penjabat Sekretaris Daerah Seluma, Deddy Ramdhani. (foto: Soni/mediabengkulu.co)

Sementara Sekretaris DPRD Seluma, Deddy Ramdhani, yang saat ini juga tengah menjabat sebagai penjabat sekretaris daerah memastikan bahwa seluruh utang akan segera dibayar.

Dalam penyelesaian utang tersebut ia akan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak terkait untuk mencari solusi, karena keuangan daerah saat ini sangat terbatas.

“Utang piutang ini akan kita pelajari. Kemudian nanti akan coba kita koordinasikan,” kata Deddy Ramdhani.

“Yang pasti yang namanya utang harus tetap dibayar. Tapi keuangan saat ini sangat-sangat terbatas,” sambung Deddy Ramdhani.

Laporan: Alsoni Mukhtiar // Editor: Helen