Mukomuko, mediabengkulu.co – Sudah lebih dari satu bulan wilayah Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko tidak turun hujan.
Sehingga hal tersebut mulai berdampak pada keresahan yang dialami petani sawah tadah hujan.
Camat Ipuh, Sepradanur, mengatakan petani sawah tadah hujan yang ada di wilayah Kecamatan Ipuh mulai kesulitan mendapatkan air untuk lahan sawahnya.
“Petani kami sudah mengeluh saat ini karena hujan tak kunjung turun berakibat lahan persawan kering dan tidak bisa ditanami padi,” ungkap dia, Sabtu (27/7/2024)
Sepradanur menjelaskan, untuk lahan sawah tadah hujan milik petani yang ada di wilayah Kecamatan Ipuh mencapai sekitar 281 hektare, sekarang dalam kondisi kering.
Petani saat ini sudah mulai mencari sumber air untuk mencukupi kebutuhan air lahan persawahan dengan menggunakan mesin pompa.
Karena ada sebagian petani yang sudah tanam padi dan ada juga sebagian petani yang baru mau tanam padi.
“Kami sudah memantau ke lokasi namun sejauh ini kami belum bisa berbuat banyak, karena memang tidak ada alat pendukung,” ucap dia.
Kekeringan yang terjadi saat ini memang belum masuk dalam katagori bencana, sehingga masih sulit untuk mendapat penanganan khusus dari pemerintah daerah.
“Beda halnya kalau sudah masuk status bencana maka pemerintah tidak akan tinggal diam seperti yang pernah dilakukan tahun 2023 lalu,” kata dia.
Sepradanur berpesan, sebaiknya petani sawah tadah hujan yang belum menggarap lahannya agar dapat menunda terlebih dahulu, sampai dipastikan masuk musim penghujan.
Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerugian yang akan menimpa petani karena ancaman gagal panen yang bisa terjadi karena kekeringan.
Sebab hingga saat ini, belum ada tanda-tanda akan turun hujan di wilayah Kecamatan Ipuh khususnya, dan ditakutkan sudah memasuki musim kemarau.
“Takut kita, lahan sudah tergarap, bibit surah disemai. Air tidak ada. Inikan malah akan merugikan petani,” tutur dia.
Sementara Kepala Desa Pasar Ipuh, Anang, yang persawahan desanya juga dilanda kekeringan, mengatakan saat ini sejumlah petani di Desa Pasar Ipuh.
Sudah mulai menggunakan mesin pompa air secara mandiri untuk mengatasi kekeringan lahan persawahannya yang akan ditanami padi.
Karena ada beberapa petani yang memang sudah memiliki mesin air dan sawahnya dekat dengan sumber air Sungai Pian Daka.
Namun masih banyak juga petani yang belum memiliki pompa air, dan harus benar-benar menunggu hujan.
“Kami berharap ada ada bantuan mesin pompa air yang bisa di akomodir Pemerintah Kabupaten Mukomuko,” ungkap Anang. (MC)
Editor: Sony






