Jakarta, mediabengkulu.co – Pemerintah menyiapkan ratusan ribu hektare lahan perhutanan sosial untuk mendukung hilirisasi perkebunan berbasis masyarakat.
Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas, memperkuat ekonomi lokal, dan menaikkan kesejahteraan petani.
Kementerian Kehutanan mencatat sekitar 390 ribu hektare lahan perhutanan sosial telah dipetakan pada tahap awal.
Lahan ini akan dimanfaatkan untuk pengolahan komoditas unggulan yang dikelola langsung oleh masyarakat sekitar hutan.
“Pada tahap pertama, kami menyiapkan sekitar 390 ribu hektare untuk pengembangan hilirisasi perkebunan,” kata Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, Rabu (21/1/2026).
Rohmat menegaskan, hilirisasi menjadi kunci peningkatan nilai ekonomi perhutanan sosial.
Masyarakat didorong tidak lagi menjual hasil kebun dalam bentuk mentah, tetapi mengolahnya menjadi produk bernilai jual lebih tinggi.
“Kami terus mendorong hilirisasi komoditas kehutanan berbasis masyarakat,” ujarnya.
Sejumlah komoditas yang dikembangkan meliputi kopi, kakao, kelapa, aren, kemiri, lada, pala, jambu mete, vanili, dan pala.
Pemerintah juga memperkuat sinergi dengan Kementerian Pertanian untuk mendorong hilirisasi enam komoditas utama, yakni kopi, kakao, kelapa, lada, pala, dan jambu mete.
Rohmat, menegaskan optimalisasi dilakukan tanpa mengubah status kawasan hutan.
“Ini bukan pelepasan kawasan hutan, tetapi pemanfaatan perhutanan sosial secara berkelanjutan,” tegasnya.
Dalam sembilan tahun terakhir, pemerintah telah menyetujui perhutanan sosial seluas 8,3 juta hektare yang melibatkan sekitar 1,4 juta kepala keluarga di berbagai daerah.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Abdul Roni, Angkat menyebut hilirisasi sebagai langkah strategis meningkatkan pendapatan petani.
“Produk tidak lagi dijual mentah, tetapi diolah agar memberi nilai tambah ekonomi,” ujarnya.
Secara nasional, hilirisasi perkebunan telah mencakup lebih dari 870 ribu hektare lahan.
Program ini akan terus diperkuat hingga 2027 sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, untuk mendorong ekspor dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional. (**)
390 Ribu Hektare Perhutanan Sosial Disiapkan untuk Hilirisasi Perkebunan Rakyat






