CURUP, mediabengkulu.co – Para penerima Bantuan Sosial (Bansos) Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT) di Rejang Lebong kaget. Soalnya, saat pencairan uang tersebut di aula Kantor Bank BRI Cabang Curup, di Jl Merdeka Curup diduga uang itu dipotong antara Rp 50.000 sampai Rp 100.000 per keluarga penerima manfaat (KPM). Diduga pemotongan itu dilakukan oleh petugas agen BRILink sebagai penyalur dana untuk pemegang kartu keluarga sejahtera (KKS).
Berdasarkan data kronologis kejadian berawal sekitar sepekan yang lalu atau awal Maret 2022 ratusan Keluarga Penerima Manfaat mencairkan uang Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebesar Rp 1 juta per KPM. Biasanya pencairan BPNT oleh KPM tinggal mengesek kartu di agen BRIlink yang ada di kelurahan atau desa. Nah entah mengapa pencairan di awal Maret 2022 ini pencairan justru para KPM mengambil di aula Bank BRI. Ketika pencairan dana itu tampak dihadiri oleh pihak Dinsos RL, pendamping Koordinator Kabupaten, pihak BRI dan oknum petugas BRIlink. Usut diusut saat uang itu cair diduga oknum petugas BRIlink meminta uang administrasi hingga transport mereka ke BRI sehingga memotong bantuan Rp 50 ribu sampai Rp 100.000 perKPM. Menariknya saat itu antara 100 hingga 130 orang KPM yang mencairkan bantuan tersebut.
Sambil menggerutu dan kecewa sejumlah KPM yang uangnya dipotong langsung memotret dan menyampaikan permasalahan itu ke pihak BRI dan pendamping sosial serta Dinsos RL. Namun pihak agen BRIlink justru membantah adanya pemotongan saat ditanya oleh Dinsos maupun pendamping.
Benarkah ada pemotongan bansos BPNT saat pencairan di aula BRI Cabang Curup? Asisten manager pemasaran mikro BRI Cabang Curup Maman Ssaat dikonfirmasi Kamis (10/3/2022) membenarkan adanya dugaan pemotongan itu. Bahkan pihaknya sudah memberikan teguran lisan kepada oknum petugas agen BRI Link yang memotong bantuan tersebut. “Saya kaget saat mendapat info itu. Tapi sudah saya tegur. Jangan mengulangi lagi.Itu bukan karyawan BRI tapi oknum petugas BRI Link,” tegas Maman S dengan penuh keramahan kepada media ini.
Lanjut Maman mengapa sampai pencairan itu ditarik ke aula BRI Cabang Curup untuk percepatan pelayanan kepada masyarakat Selain itu tentu untuk menghindari penularan Covid 19 dimasa pandemi. “Kepada petugas sudah kita ingatkan jangan ada pemotongan. Mereka sudah kita kasih insentif Rp 1500 per KPM yang mencairkan. Oknum petugas BRI Link sudah menyanggupi mengembalikan uang itu jika harus dikembalikan,” tegas Maman S yang menegaskan bahwa petugas BRI Link bukan karyawan BRI. ( Ishak)








