Bengkulu Siaga Karhutla: 1.600 Personel Disiapkan

Apel kesiapsiagaan karhutla 2026 dengan personel gabungan di Bengkulu
Ribuan personel gabungan mengikuti apel kesiapsiagaan karhutla sebagai langkah antisipasi musim kemarau 2026. (foto: ist)

Bengkulu, mediabengkulu.id – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai diantisipasi serius. Pemerintah Provinsi Bengkulu bergerak cepat menyusun langkah strategis jelang musim kemarau 2026.

Asisten III Setda Provinsi Bengkulu, Nandar Munadi, mengikuti Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla Nasional secara virtual dari Balai Raya Semarak, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan ini sekaligus menandai penguatan kembali desk penanggulangan karhutla di seluruh daerah.

Hadir dalam kesempatan itu Asisten I Khairil Anwar, Kepala Kesbangpol Mif Tarul Ilmi, serta unsur Forkopimda Provinsi Bengkulu.

Apel nasional tersebut dipimpin langsung Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, dari Sumatera Selatan.

Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa pengendalian karhutla menjadi perhatian serius Presiden Republik Indonesia.

“Capaian yang sudah baik harus dijaga dan ditingkatkan. Jangan sampai lengah,” tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan menekan karhutla selama ini bukan kerja satu pihak. Semua unsur terlibat, mulai dari pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, hingga masyarakat dan dunia usaha.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diminta segera melapor agar bisa ditangani cepat.

“Kolaborasi harus diperkuat. Semua pihak harus bergerak bersama agar karhutla bisa ditekan,” ujarnya.

Dalam apel tersebut, sebanyak 1.600 personel gabungan dikerahkan. Mereka terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Manggala Agni, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga pihak perusahaan.

Kesiapan personel dan peralatan menjadi kunci menghadapi potensi kebakaran di musim kering tahun ini.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Bengkulu tidak ingin kecolongan menghadapi ancaman karhutla yang kerap berulang setiap musim kemarau. (mc)