Kota Bengkulu, mediabengkulu.co – Menjelang hari raya Idul Adha 1445 Hijriah, Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu melaksanakan pengawasan hewan kurban untuk memastikan kesehatan dan ketersediannya.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu, Adriansyah, mengatakan pengawasan berdasarkan surat edaran dari Kementerian Pertanian melalui Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.
“Kami akan memantau kondisi stok pengumpulan ternak dan menilai kelayakannya bersama semua pihak terkait, termasuk tim dokter hewan,” ungkap Ardiansyah, Kamis (9/5/2024).
Adriansyah menekankan kepada semua penjual ternak, agar melaporkan terlebih dahulu kepada petugas peternakan setiap hewan kurban yang akan dijual.
“Memilih hewan kurban yang layak dan sesuai dengan syariat Islam adalah suatu kewajiban, hewan harus cukup umur, sehat, dan tidak cacat,” jelas dia.
Adriansyah juga meminta kepada peternak sapi atau kerbau untuk tidak menjual hewan yang terinfeksi penyakit lumpy skin disease dan jembrana sebagai hewan kurban.
“Masyarakat harus mengetahui tanda-tanda sapi yang terinfeksi LSD dan jembrana, penyakit ini ditandai dengan munculnya benjolan pada kulit sapi, terutama di leher, punggung, dan perut,” terang Ardiansyah.
Berkenaan dengan ketersediannya, pemerintah mencatat terdapat ratusan ekor ternak yang ada di Kota Bengkulu, tersebar di wilayah Kelurahan Surabaya, Tanjung Agung, Pagar Dewa, Bumi Ayu, Pematang Gubernur dan Kebun Tebeng. (Red)
Editor : Sony






