Bengkulu, mediabengkulu.co – Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, pravalensi stunting tahun 2023 sebesar 20,2 persen.
Sementara untuk tingkat nasional sebesar 21,5 persen, hal ini jauh dari yang diharapan, masih tingginya kasus angka stunting di Provinsi Bengkulu.
Stunting merupakan permasalahan kekurangan gizi pada balita, dan penyakit infeksi berulang yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan berada di bawah standar.
Selain itu, stunting pada balita juga disebabkan dari kesehatan ibu pada saat hamil dan masa sesudah hamil.
Demikian disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Raden Ahmad Denni.
Saat acara kick off intervensi serentak pencegahan stunting yang dilaksanakan di Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Senin (3/6/2024).
Raden Ahmad Denni mengatakan, sebagai upaya penurunan angka stunting pihaknya melakukan pemeriksaan pada semua ibu hamil, balita, dan calon pengantin.
Usia balita dikenal dengan golden periode, yang merupakan periode emas perkembangan otak anak, yang dimulai dalam 1.000 hari pertama kehidupannya.
“Pada periode ini perlu diberikan perhatian yang lebih, baik dari sisi nutrisi, kasih sayang maupun rangsangan tumbuh kembangnya,” ungkap dia.
Dalam upaya penurunan angka stunting, pemeritah Provinsi Bengkulu juga melaksanakan koordinasi dan kerjasama.
Dengan pemerintah kabupaten/kota, yang pelaksanaannya melalui pemerintah desa, puskesmas dan para pemangku kepentingan terkait. (MC)
Editor : Sony






