Bengkulu, mediabengkulu.co – Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Isnan Fajri, pimpin Rapat Forum Komunikasi terkait Implementasi Strategi Pencapaian Universal Health Coverage Tahap I 2024, di Ruang Rafflesia Kantor Gubernur Bengkulu, Jumat (21/6/2024).
Rapat dihadiri Kepala BPJS Bengkulu, Mahyuddin, beserta Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Edwar Samsi.
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu,Edwar Samsi, mengatakan pentingnya sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai mekanisme aktivasi kepesertaan UHC.
“Masyarakat Bengkulu masih banyak yang belum mengetahui mekanisme mengaktifkan kepesertaan UHC. Sosialisasi mendalam diperlukan,” ungkap Edwar Samsi.
Sementaran, Sekretaris Daerah, Isnan Fajri, mengklaim UHC Provinsi Bengkulu telah mencapai 99%. Namun, kewajiban iuran kepesertaan UHC belum dibayar secara rutin oleh sebagian masyarakat.
“UHC kita sudah 99%, tapi ternyata banyak kartu BPJS masyarakat yang aktif tidak membayar iuran. Proses mengaktifkannya ini yang dibahas,” ungkap Isnan Fajri.

Secara mekanisme, masyarakat Bengkulu harus melaporkan ke Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu untuk melakukan cross-check pendataan mendalam.
Laporan yang diterima Dinkes, kemudian digunakan untuk mengecek mana masyarakat yang masuk dalam kuota UHC yang dibayarkan pemerintah dan dikoordinasikan ke BPJS Kesehatan.
“Kalau kuota yang dibayarkan masuk dalam anggaran pemerintah, bisa diaktifkan langsung. Tapi kalau yang tidak, proses mengaktifkannya ini harus lapor ke Dinkes terus BPJS baru bisa diaktifkan,” tambah Isnan.
Isnan Fajri juga mengakui bahwa kurangnya sosialisasi menjadi kendala utama.
“Ini agak berbelit. Tim Dinkes ini mengecek terdaftar di kabupaten atau di provinsi. Masalahnya, masyarakat yang BPJS-nya tidak aktif meminta aktif di Rumah Sakit, tapi mekanismenya harus lewat Dinkes dulu. Kita kurang sosialisasi mendalam,” tutup dia.
Dengan pencapaian UHC sebesar 99%, diharapkan upaya kolaboratif antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, dan masyarakat dapat mengatasi kendala yang ada dan memastikan layanan kesehatan yang lebih baik bagi seluruh warga Bengkulu. (Adv)






