Pencurian Sawit Kian Meresahkan, Warga Talang Tinggi Jadi Korban

Lahan perkebunan sawit milik Deni (dok. ist)

Seluma, mediabengkulu.co – Aksi pencurian tandan buah segar kelapa sawit kian meresahkan para petani di Kabupaten Seluma.

Beberapa bulan terakhir, hampir seluruh wilayah di Kabupaten Seluma telah disatroni para pencuri atau yang sering disebut masyarakat “ninja sawit”.

Kali ini dialami Deni Putra (28), warga Desa Talang Tinggi, Kecamatan Seluma Barat. Kebun kelapa sawit miliknya seluas dua hektare tak luput dari aksi ninja sawit yang kian meresahkan.

“Waktu saya mau panen buahnya sudah banyak dicuri, hampir 40 persen dari luas lahan 2 hektare. Kejadian seperti ini sudah kesekian kalinya,” ungkap Deni, Selasa (24/9/2024).

Bukan hanya kebun miliknya saja yang disatroni para ninja sawit, kebun milik warga yang lain juga bernasib serupa.

Bahkan perkebunan milik salah satu perusahaan di wilayah Desa Talang Tinggi tak luput dari aksi para pencuri.

Menurut Deni, aksi pencurian ini juga didukung dengan akses jalan perkebunan yang terbilang bagus. Lokasinya di pinggir jalan lintas Desa Talang Tinggi menuju Desa Tanjung Agung.

“Sangat meresahkan aksi pencurian ini seringkali terjadi, kami petani sudah lama mengeluhkan karena selalu didahului memanen sawit oleh ninja sawit itu,” ucap Deni.

Masih dikatakan Deni, di areal perkebunan milik perusahaan maupun milik warga banyak para toke yang sengaja menimbang buah kelapa sawit secara langsung di perkebunan.

“Sejumlah toke ini tidak hanya mengambil tandan buah segar, tetapi juga menerima hasil brondolan dari warga yang kerap memungut berondolan di areal tersebut,” kata dia.

Deni mengajak setiap warga yang melihat kejadian pencurian itu untuk langsung dilaporkan kepada pihak pemerintah desa setempat ataupun kepada warga yang punya kebun tersebut.

“Mari bersama-sama memantau aksi pencurian ini, sehingga dapat menangkap pelaku yang sudah sangat meresahkan,” tutup deni.

Laporan: Alsoni Mukhtiar // Editor: Sony