Gotong Royong Perbaiki Irigasi, Pemkab BU dan TNI Bantu Petani

Pemasangan bronjong di area Palaksiring persawahan, Selasa (22/4/2025). (foto:dok/ist)

Bengkulu Utara, mediabengkulu.co – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara bersama Kodim 0423/BU bergerak cepat mengatasi dampak banjir besar yang melanda Desa Gunung Agung.

Melalui aksi gotong royong, mereka melakukan pemasangan bronjong di area Palaksiring persawahan, Selasa (22/4/2025), guna memperkuat tanggul dan memperbaiki saluran irigasi yang rusak.

Banjir sebelumnya telah merusak aliran irigasi, mengakibatkan sekitar 70 hektare sawah kekurangan air dan terganggunya kegiatan pertanian masyarakat.

Sebagai langkah darurat, Pemkab Bengkulu Utara menyalurkan bantuan berupa 100 unit bronjong dan menurunkan alat berat melalui Dinas PU, Dinas Perikanan, serta BPBD untuk mempercepat proses perbaikan.

Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, yang turun langsung ke lokasi, menyampaikan bahwa kerja bersama ini merupakan bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

“Kita ingin menunjukkan bahwa pemerintah hadir saat dibutuhkan. Bukan hanya memperbaiki irigasi, tapi juga membangkitkan kembali semangat gotong royong sebagai kekuatan sosial kita,” ujarnya.

Aksi ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari jajaran TNI, perangkat daerah, hingga kelompok tani setempat.

Semua bahu membahu demi mempercepat pemulihan dan memastikan para petani bisa kembali bercocok tanam.

Bupati Arie juga menekankan pentingnya merawat hasil pembangunan agar manfaatnya berkelanjutan.

“Apa yang kita bangun hari ini bukan hanya untuk saat ini, tapi juga untuk masa depan pertanian kita. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar semua ini tidak sia-sia,” tambahnya.

Dandim 0423/BU, Letkol Kav Aidil Hajri, yang turut hadir, menyatakan bahwa TNI siap mendukung penuh program pemulihan pasca-bencana yang dilakukan oleh pemerintah daerah.

“Kami siap terlibat langsung dalam percepatan pemulihan, karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat dan ketahanan wilayah,” tegasnya.

Dengan kerja sama lintas sektor ini, diharapkan perbaikan irigasi dapat selesai tepat waktu dan aktivitas pertanian di Gunung Agung bisa kembali normal.

Pemkab Bengkulu Utara pun menegaskan komitmennya untuk terus membangun infrastruktur pertanian yang kuat dan tangguh terhadap bencana.

Sumber: Mitra Humas