Rejang Lebong, mediabengkulu.co – Kepala Dinas Sosial Rejang Lebong, Syahfawi, angkat bicara terkait tudingan penguasaan pribadi terhadap mobil dinas bantuan dari Kementerian Sosial. Ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
“Tudingan itu tidak akurat dan tidak memiliki dasar kuat. Kami dengan tegas menolaknya karena tidak sesuai dengan kenyataan,” ujar Syahfawi, Rabu (23/4/2025).
Syahfawi menjelaskan bahwa mobil yang dipermasalahkan adalah satu unit Mitsubishi Strada Double Cabin, yang merupakan kendaraan rescue milik Kementerian Sosial. Hingga saat ini, kendaraan tersebut belum dihibahkan secara resmi ke pemerintah daerah.
“Mobil itu diperuntukkan sebagai kendaraan siaga bencana, bukan untuk operasional Program Keluarga Harapan, seperti yang diklaim oleh beberapa pihak,” jelasnya.
Syahfawi mengungkapkan, bahwa kondisi mobil tersebut saat ini belum layak pakai karena mengalami kerusakan di sejumlah komponen, termasuk gardan ganda (double gardan) dan mesin.
“Mobil memang masih bisa dinyalakan, tapi tidak dalam kondisi baik. Ketika saya menjabat, kami langsung melakukan pengecekan dan mulai memperbaikinya secara bertahap,” tutur Syahfawi.
Mengenai lokasi penyimpanan mobil, Syahfawi menegaskan bahwa tidak ada maksud untuk menguasai secara pribadi. Karena kantor dinas tidak memiliki garasi, mobil tersebut disimpan sementara di garasi kosong milik keponakannya demi keamanan.
“Pelat mobil masih merah, belum pernah diganti. Cat bodi hanya diperbarui karena warnanya sudah pudar,” tambahnya.
Ia juga memaparkan bahwa kendaraan operasional lain, seperti mobil dapur umum, truk, dan mobil tangki, sudah diperbaiki dan kini siap digunakan untuk keperluan kedinasan.
“Semua aset negara menjadi tanggung jawab kami sesuai instruksi Bupati. Jika sewaktu-waktu mobil tersebut diminta kembali, kami siap mengembalikannya,” tegasnya.
Syahfawi menegaskan bahwa tidak ada aset yang hilang atau disalahgunakan.
“Semua kendaraan ada, tidak digunakan untuk kepentingan pribadi. Kami bertindak transparan dan siap bertanggung jawab atas penggunaan serta penyimpanan aset kedinasan,” pungkasnya.
Laporan: Yurnal // Editor: Helen
Dinsos Buka Suara soal Isu Mobil Dinas: Mobil Kami Amankan, Bukan Dikuasai






