Bengkulu, mediabengkulu.id – Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mendorong percepatan transformasi digital. Namun di balik target menuju smart province, masih ada sejumlah persoalan mendasar yang belum tuntas.
Mulai dari wilayah blank spot yang belum tersentuh jaringan internet, keterbatasan penyimpanan data pemerintahan, hingga kebutuhan peningkatan sumber daya manusia dan infrastruktur digital masih menjadi tantangan besar.
Persoalan itu disampaikan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bengkulu saat menerima kunjungan anggota DPD RI daerah pemilihan Bengkulu, Destita Khairilisani, di Kantor Dinas Kominfotik Bengkulu.
Kepala Dinas Kominfotik Bengkulu, Nelly Alesa, mengatakan kunjungan tersebut menjadi kesempatan penting untuk menyampaikan kebutuhan strategis daerah dalam mendukung percepatan digitalisasi pelayanan publik.
“Kami berterima kasih atas kehadiran Ibu Senator Destita sehingga kami dapat menyampaikan berbagai aspirasi dan kebutuhan daerah,” ujar Nelly.
Menurutnya, salah satu persoalan utama yang masih dihadapi ialah keberadaan empat wilayah blank spot yang belum memiliki akses telekomunikasi dan internet memadai.
“Salah satu kebutuhan mendesak adalah pembangunan BTS di empat daerah blank spot di Provinsi Bengkulu,” katanya.
Nelly menjelaskan, Pemerintah Provinsi Bengkulu sebenarnya telah berupaya mempercepat pemerataan akses digital.
Salah satunya melalui langkah Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, yang sebelumnya bertemu Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid untuk membahas persoalan sinyal lemah dan blank spot di sejumlah desa.
Selain akses internet, Pemprov Bengkulu juga menghadapi keterbatasan kapasitas penyimpanan data pemerintahan. Kondisi itu dinilai menjadi hambatan dalam pengembangan sistem digital terpadu.
“Program Satu Data Bengkulu juga membutuhkan dukungan, termasuk peningkatan SDM dan sarana prasarana agar transformasi digital menuju smart province bisa berjalan optimal,” jelas Nelly.
Ia berharap dukungan dari Senator Destita, dapat membantu mendorong percepatan program digitalisasi hingga tingkat kabupaten dan kota di Bengkulu.
“Semoga dukungan ini bisa menjadi semangat baru bagi kami untuk terus membangun transformasi digital di Bengkulu,” tambahnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Senator Destita Khairilisani, menegaskan komitmennya untuk ikut memperjuangkan pemerataan akses digital dan penguatan layanan informasi di Bengkulu.
“Aspirasi dari Kominfo, KPID, dan KIP ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Kami siap berkolaborasi dan memperjuangkan harapan masyarakat Bengkulu,” ujar Destita.
Ia memastikan berbagai kebutuhan yang disampaikan akan didorong, agar segera mendapat perhatian pemerintah pusat demi mendukung kemajuan digital di Bengkulu. (mc)
Bengkulu Kejar Smart Province, Kominfotik Keluhkan Blank Spot dan Keterbatasan Data






