Kota Bengkulu – Pemerintah Kota Bengkulu bergerak cepat merazia warung remang-remang (Warem) yang melanggar aturan. Razia ini menyasar Warem yang beroperasi tidak sesuai tata letak, menjual minuman keras, hingga terlibat dalam praktik prostitusi.
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, memimpin langsung razia Warem dengan pendekatan humanis dan persuasif. Ia memberikan pemahaman kepada para pemilik Warem mengenai pelanggaran yang telah mereka lakukan.
Dalam razia Warem tersebut, Dedy Wahyudi memberi batas waktu tegas hingga 30 April 2025. Ia meminta semua pemilik Warem membongkar lapaknya secara mandiri sebelum batas waktu yang ditentukan.
“Tolong dibongkar. Jika tidak, kami akan bongkar paksa. Kami harap sebelum 30 April, semua Warem sudah bersih,” tegas Dedy Wahyudi saat razia di Kota Bengkulu, Minggu malam (27/4/2025).
BACA JUGA BPOM Rejang Lebong Bongkar Kerupuk Boraks, Warga Bengkulu Diminta Waspada!
Penjaga Warem Diminta Sampaikan Pesan Tegas Kepada Pemilik
Saat razia berlangsung, petugas menemukan beberapa penjaga yang mengaku hanya bertugas menjaga Warem dan bukan pemiliknya. Dedy langsung meminta para penjaga itu menghubungi pemilik lapak agar segera membongkar dan mengosongkan tempat usaha mereka.
Dedy Wahyudi menegaskan, langkah tegas ini diambil demi menjaga Kota Bengkulu tetap bersih dari aktivitas negatif. Ia tidak ingin Kota Bengkulu tercemar oleh praktik-praktik yang bisa merusak nama baik dan merugikan masyarakat.
“Kami ingin Kota Bengkulu bersih dari kegiatan yang merusak moral dan mengganggu ketertiban umum,” ujar Dedy Wahyudi.
BACA JUGA
Pemkot Bengkulu Gandeng Polresta dan Kodim dalam Razia Warem
Dalam operasi razia Warem ini, Pemerintah Kota Bengkulu bekerja sama erat dengan Polresta Bengkulu dan Kodim 0407/Bengkulu. Tim gabungan ini siap bergerak jika hingga batas waktu yang diberikan, para pemilik Warem masih membandel.
Langkah tegas Pemerintah Kota Bengkulu ini diharapkan dapat mengembalikan citra positif Kota Bengkulu dan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman untuk semua warga. (ant*)






