Rejang Lebong, mediabengkulu.co – Warga Lapas Kelas IIA Curup, Kabupaten Rejang Lebong, dikejutkan dengan kabar meninggalnya seorang narapidana, bernama Frans, warga Embong Ijuk, Kabupaten Kepahiang.
Kabar tersebut kemudian menimbulkan spekulasi di media sosial terkait penyebab kematiannya.
Kepala Pengamanan Lapas Kelas IIA Curup, Aditya Rheza, dalam keterangan resmi yang diterima awak media, menjelaskan bahwa Frans meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya.
Sebelum meninggal, Frans sempat dirawat di IGD RSUD Curup, didampingi oleh ibunya dan pihak keluarga.

“Hardian Pranata meninggal di IGD RSUD Curup, karena kondisi kesehatannya yang menurun. Sebelumnya, almarhum sudah mendapat perawatan intensif dan didampingi keluarganya,” ungkap Aditya Rheza.
Aditya juga menjelaskan bahwa Frans, yang dikenal sebagai salah satu narapidana pembantu (tamping) terbaik di Lapas Curup, memang sudah dalam kondisi sakit sebelum meninggal.
Ia dengan tegas menegaskan bahwa tidak ada tindak kekerasan atau pemukulan yang menyebabkan kematian Frans.
“Saya tegaskan, tidak ada pemukulan atau tindak kekerasan terhadap korban. Semua informasi tersebut tidak benar,” kata Aditya dengan tegas.
Klarifikasi pihak Lapas ini juga diperkuat oleh kesaksian seorang narapidana yang menjadi saksi. Narapidana tersebut menyatakan bahwa saat terakhir kali melihat Frans, ia memang sedang sakit dan kondisi tubuhnya semakin memburuk.
“Memang korban sedang sakit, kami semua tahu itu,” ujar narapidana yang enggan disebutkan namanya.
Pihak Lapas Kelas IIA Curup juga menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dalam proses pemeriksaan lebih lanjut terkait meninggalnya Frans.
Aditya mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Kami meminta agar masyarakat menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang dan tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum jelas kebenarannya,” tambahnya.
Sebelumnya, beredar kabar di media sosial yang menyebutkan bahwa Frans meninggal dunia akibat dipukul oleh petugas Lapas.
Kabar tersebut memicu polemik dan kontroversi, meskipun belum ada bukti yang mendukung klaim tersebut.
Pihak Lapas Kelas IIA Curup akhirnya memberikan klarifikasi bahwa Frans meninggal karena sakit, bukan akibat tindak kekerasan.
laporan: yurnal // Editor: Helen






