Bengkulu Selatan, mediabengkulu.co – Pemerintah Desa Keban Jati, Kecamatan Ulu Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, kembali melaksanakan kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting atau DASHAT.
Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung program nasional pencegahan stunting. Kegiatan rutin bulanan ini, menyasar ibu hamil dan balita, serta melibatkan para kader kesehatan desa.
Kepala Desa Keban Jati, Ahmad Narjon, menjelaskan bahwa program DASHAT telah dianggarkan secara khusus selama sepuluh bulan, mulai Maret hingga Desember 2025.
Melalui program ini, ibu hamil dan balita mendapatkan makanan tambahan bergizi secara rutin setiap bulan.
“Kami ingin menciptakan generasi yang cerdas dan berkualitas. Asupan makanan sehat sangat penting bagi ibu hamil dan balita, agar proses kehamilan hingga tumbuh kembang anak berjalan optimal,” ujar Narjon, saat ditemui di kantornya, Senin (7/7/2025).
Program DASHAT tidak hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi dan pemeriksaan kesehatan rutin.
Narjon mengimbau, agar seluruh ibu hamil dan orang tua balita aktif mengikuti kegiatan Posyandu dan Posbindu sebagai bagian dari pemantauan kesehatan berkala.
“Dengan mengikuti Posyandu secara rutin, kondisi ibu dan anak bisa terus dipantau oleh tenaga kesehatan. Ini penting untuk deteksi dini terhadap risiko-risiko kesehatan, termasuk stunting,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan, upaya ini juga diharapkan dapat berdampak pada penurunan angka kemiskinan di desa.
Pasalnya, penyediaan makanan bergizi secara gratis sangat membantu keluarga yang kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan nutrisi sehari-hari.
“Kalau gizinya tercukupi, anak-anak bisa tumbuh sehat dan pintar. Itu artinya kita sedang menyiapkan masa depan desa yang lebih baik. Program ini bukan hanya soal makan, tapi investasi jangka panjang untuk sumber daya manusia,”* tutup Narjon. (Sugianto)






