Ruang Radiologi Kosong, RSUD Tais Kembali Jadi Perbincangan

RSUD Tais. (foto: Soni/mediabengkulu.co)

Seluma, mediabengkulu.co – Ruang untuk radiologi tidak ada petugas yang bekerja selama jam operasional. RSUD Tais kembali menjadi sorotan di platform media sosial Facebook.

Video berdurasi 1 menit 32 detik tersebut diunggah oleh akun Facebook @Asmaul Husna Agustian pada Rabu malam, tanggal 9 Juli 2025.

Di dalam video itu, tampak suara seorang wanita yang merekam dengan ponselnya dan mengungkapkan ketidakpuasan mengenai layanan di RSUD Tais.

Pasien telah menunggu cukup lama untuk menjalani pemeriksaan, namun ruangan radiologi tidak ada petugas yang bertugas.

“Kecelakaan minta dironsen namun petugas tidak ada di lokasi. Nah ini keluarganyo galo nah, radiologi. Tutup ruangannyo, kosong,” ucap wanita tersebut dalam video yang diposting.

Sementara itu, pihak manajemen RSUD Tais saat dihubungi menjelaskan bahwa ruangan radiologi tidak kosong karena ada petugas yang berjaga.

Akan tetapi, petugas yang seharusnya bertanggung jawab sedang izin keluar untuk membeli makanan, dan keluarga pasien tidak sabar menunggu kedatangannya.

“Ada ptgsnya cm ga sabar aja nunggu krn ptgsnya lg beli mkn,” kata Eva Roida Siahaan, Direktur RSUD Tais, melalui pesan WhatsApp.

Dikabarkan sebelumnya, aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seluma mengalami “Overload” atau kelebihan.

Saat ini jumlah pegawai negeri sipil maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja di Kabupaten Seluma mencapai 6.018 orang.

Bupati Seluma, Teddy Rahman, mengatakan dengan banyaknya jumlah pegawai ini membuat belanja rutin pegawai hingga 65 persen dari jumlah APBD Seluma.

“Jumlah pegawai di Seluma ini sudah sangat luar biasa. Saat ini belanja rutin pegawai sudah mencapai 65 persen,” ungkap Teddy Rahman, Jumat (16/5/2025).

Menurut Teddy Rahman dengan banyaknya jumlah pegawai saat ini sangat membebani biaya pengeluaran atau belanja APBD.

Idealnya jumlah pegawai di Kabupaten Seluma antara 35 hingga 40 persen atau sekitar 4.000 pegawai.

Maka dari itu, ia memberikan kesempatan kepada seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seluma yang ingin pindah tugas ke daerah lain.

“Kita harus mengurangi beban-beban APBD. Mangkanya kalau ada yang ingin pindah, silahkan pindah,” ucap Teddy Rahman.

Untuk menghemat belanja APBD di tengah efisiensi anggaran bupati juga akan mengurangi tambahan penghasilan pegawai atau TPP.

Apabila pegawai tidak aktif dalam kehadiran maka TPP akan dikurangi sesuai dengan aturan yang berlaku, begitu juga sebaliknya.

“Kemudian TPP. Kalau absennya tertib maka TPP-nya akan full, dan yang terlambat maka TPP-nya akan berkurang,” tutup Teddy Rahman.

Laporan: Alsoni Mukhtiar // Editor: Helen