Rejang Lebong, mediabengkulu.co – Puluhan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja yang tidak lolos seleksi tahap II di Kabupaten Rejang Lebong melakukan aksi demonstrasi dengan mendatangi Kantor DPRD Rejang Lebong, Senin (14/7/2025).
Langkah ini diambil sebagai bentuk perjuangan mereka untuk memperjuangkan nasib, dan meminta transparansi dari Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, terkait hasil seleksi PPPK tahap II yang telah dilaksanakan sebelumnya.
“Kami datang ke DPRD bukan untuk demo, tapi meminta pendampingan dan bantuan dari wakil rakyat dalam memperjuangkan nasib PPPK yang tidak lulus seleksi tahap II,” ujar Alfian, juru bicara PPPK Aliansi R4.
Alfian mengungkapkan, banyak di antara mereka yang telah mengabdi selama belasan tahun sebagai honorer di Pemkab Rejang Lebong.
Meskipun telah bekerja dengan dedikasi tinggi, mereka tetap tidak lolos seleksi, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan keadilan proses seleksi.
“Kami menyayangkan honorer yang sudah bekerja belasan tahun tidak lulus, sementara honorer baru malah lulus semua di PPPK tahap I,” ujarnya.
Ketua Komisi I DPRD Rejang Lebong, Hidayatullah, menyambut baik audiensi dengan PPPK R4 yang tidak lulus seleksi dan menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti aspirasi mereka.
Ia berencana memanggil pihak terkait, seperti Sekretaris Daerah, BKPSDM, Asisten I, dan OPD terkait, untuk meminta kejelasan dan transparansi terkait proses seleksi PPPK tahap II.
“Kami akan pelajari keluhan PPPK R4 yang tidak lulus dan memanggil pihak terkait untuk memastikan nasib mereka, apakah akan diusulkan sebagai PPPK paruh waktu atau masuk daftar tunggu,” ungkap Hidayatullah.
Hidayatullah, juga meminta agar seluruh data PPPK R4 yang tidak lulus seleksi tahap II diserahkan kepada dewan.
Tujuannya adalah untuk mengetahui status terkini mereka, terutama mengingat banyak di antara mereka yang telah mengabdi belasan tahun sebagai honorer dan telah dirumahkan sejak Januari lalu.
“Kita minta data seluruh PPPK R4 untuk mengetahui kondisi dan statusnya secara pasti,” tutup Hidayatullah. (Yurnal)






