Bengkulu, mediabengkulu.id – Pagi di Polda Bengkulu berjalan berbeda. Aktivitas dimulai dengan ketenangan. Para personel berkumpul sejak pukul 07.00 WIB, Kamis (16/4/2026).
Personel mengikuti pembinaan rohani dan mental yang rutin digelar setiap pekan.
Kegiatan dipusatkan di Masjid Al-Amin. Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono, hadir langsung.
Ia didampingi para pejabat utama dan seluruh personel dari berbagai satuan kerja.
Suasana berlangsung khidmat. Personel Muslim memulai kegiatan dengan membaca Surah Yasin secara berjamaah.
Sementara itu, personel dari agama lain menuju tempat ibadah masing-masing.
Personel Kristen beribadah di Rumah Doa Getsemani. Umat Katolik berkumpul di Gedung Command Centre. Personel Hindu menuju Aula Ditlantas.
Sedangkan umat Buddha melaksanakan pembinaan di Aula Urdoksik Biddokkes.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen kuat terhadap toleransi. Setiap anggota diberi ruang untuk beribadah sesuai keyakinan.
Dalam tausiyahnya, Prof. Mawardi Lubis, mengangkat makna Idul Adha. Ia mengingatkan bahwa kurban bukan sekadar ritual.
“Idul Kurban mengajarkan keikhlasan dan pengorbanan. Seseorang harus siap mendahulukan kepentingan yang lebih besar,” ujarnya.
Ia menegaskan, nilai itu penting bagi anggota Polri. Tugas sebagai pelindung dan pelayan masyarakat menuntut pengorbanan.
“Anggota Polri harus siap menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi,” katanya.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas. Ini menjadi ruang untuk memperkuat iman. Sekaligus membangun integritas dan semangat pengabdian.
Melalui pembinaan ini, Polda Bengkulu ingin memastikan anggotanya tetap kuat. Bukan hanya secara fisik, tetapi juga mental dan spiritual.
Kebersamaan pun semakin terjalin. Nilai moral terus diperkuat di lingkungan kepolisian. (**)
Di Balik Seragam, Ini Cara Polda Bengkulu Menjaga Hati dan Integritas






