Sekolah Rakyat Kaur Resmi Dibuka, Pendidikan Gratis Hadir untuk Anak Kurang Mampu

Sekolah Rakyat Kaur Resmi Dibuka, oleh Wakil Bupati Kaur, Abdul Hamid, Senin (14/7/2025). (foto: ist)

Kaur, mediabengkulu.co – Sebanyak 100 siswa baru, terdiri dari 40 siswa SMA dan 60 siswa SMP, resmi mengikuti pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS, di Sekolah Rakyat Kaur, Senin (14/7/2025).

Peluncuran Sekolah Rakyat ini, menjadi angin segar bagi masyarakat miskin, karena program ini menghadirkan pendidikan gratis 100 persen bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Acara launching SR Kaur sekaligus Cek Kesehatan Gratis ini dihadiri oleh Wakil Bupati Kaur, Abdul Hamid. Hadir pula pejabat penting dari berbagai instansi, termasuk kepala dinas, camat, kepala sekolah, serta orang tua siswa.

“Sekolah Rakyat ini merupakan program langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk menghapus kesenjangan pendidikan. Kami di daerah siap mendukung penuh,” ujar Wabup dalam sambutannya.

Pemkab Kaur telah menyiapkan pembangunan gedung sekolah permanen di 2026. Sementara itu, kegiatan belajar mengajar dilakukan di eks Gedung SMAN 11 Kaur.

Boarding School Gratis untuk SMP & SMA

Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama atau boarding school. Siswa tinggal dan belajar di asrama, dengan seluruh biaya—termasuk makan dan kebutuhan hidup—ditanggung pemerintah.

Program ini menyasar anak dari keluarga Desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, yaitu kelompok miskin ekstrem dan miskin.

Cek Kesehatan Lengkap Sebelum Belajar

Sebelum masuk kelas, seluruh siswa menjalani pemeriksaan kesehatan gratis. Tes mencakup lari, status gizi, kesehatan mental, serta pemeriksaan mata, telinga, gigi, berat dan tinggi badan.

“Pemeriksaan ini penting agar anak-anak siap secara fisik dan mental menjalani pendidikan di asrama,” ujar salah satu petugas kesehatan.

Harapan Baru dari Sekolah Rakyat

Antusiasme juga datang dari para orang tua. Rengga Saputra, wali murid asal Desa Bukit Makmur, Kecamatan Muara Sahung, menyampaikan rasa terima kasihnya.

“Program ini benar-benar menjawab harapan kami. Akhirnya anak saya bisa sekolah tanpa memikirkan biaya,” ujarnya haru.

Sekolah Rakyat tidak sekadar memberi akses pendidikan gratis, tetapi juga menciptakan kesempatan setara bagi anak-anak kurang mampu, untuk menggapai masa depan.

Program ini diharapkan menjadi model pendidikan inklusif di daerah lain. Dengan sinergi pemerintah pusat dan daerah, Sekolah Rakyat membuktikan bahwa pendidikan berkualitas dan merata bisa terwujud. (mc)