Pemotor Ngamuk Acungkan Sajam Saat Razia, Ternyata Pemakai Narkoba

Bengkulu Tengah, mediabengkulu.co – Aksi nekat seorang pengendara motor yang mengacungkan senjata tajam ke arah polisi saat pelaksanaan Operasi Patuh Nala 2025 di Bengkulu Tengah, Senin (14/7/2025), menghebohkan publik.

Diketahui, pelaku berinisial SA (30), warga Kelurahan Panorama, Kecamatan Singgaran Pati, Kota Bengkulu.

SA kini telah diamankan di Mapolres Bengkulu Tengah setelah aksinya yang sempat memicu kejar-kejaran dramatis di depan markas kepolisian tersebut.

Tak hanya membawa sajam, pelaku juga terbukti positif mengonsumsi narkoba berdasarkan hasil tes urine yang dilakukan sesaat setelah penangkapan.

Insiden bermula sekitar pukul 10.00 WIB ketika petugas Satlantas Polres Bengkulu Tengah menghentikan SA, yang mengendarai sepeda motor Honda Beat tanpa plat nomor.

Bukannya berhenti, pria tersebut justru mencoba kabur dan mengacungkan senjata tajam ke arah petugas yang menghadangnya.

“Anggota sempat terkejut karena pelaku langsung mengayunkan sajam ketika dihentikan. Kami lakukan pengejaran selama hampir 20 menit sebelum akhirnya berhasil mengamankannya,” ujar Kasat Reskrim Polres Bengkulu Tengah, AKP Junairi.

Kejar-kejaran itu sempat membuat lalu lintas di sekitar lokasi razia terganggu dan warga sekitar panik.

Beruntung, petugas berhasil meredam situasi dan menangkap SA tanpa adanya korban.

Saat dibawa ke Mapolres Bengkulu Tengah untuk pemeriksaan lebih lanjut, hasil tes urine menunjukkan SA positif mengonsumsi narkoba.

Polisi menduga kuat aksi nekat pelaku dipicu oleh pengaruh zat terlarang.

“Pelaku kami amankan bersama barang bukti senjata tajam. Dari hasil tes awal, ia terbukti positif narkoba dan saat ini kami masih dalami keterlibatan lainnya,” tegas AKP Junairi.

Polres Bengkulu Tengah akan mengembangkan penyelidikan untuk memastikan apakah SA terlibat dalam jaringan narkotika atau kejahatan lainnya.

Identitas dan latar belakang pelaku kini tengah dikaji secara menyeluruh oleh penyidik.

“Kami juga akan koordinasi dengan Satresnarkoba dan melakukan pengembangan, termasuk memeriksa apakah ada pihak lain yang terlibat,” pungkas AKP Junairi. (**)