Diduga Tak Gunakan Aspal AMP, Pekerjaan Tambal Sulam Jalan Menuai Kecaman

Ini salah satu titik lokasi jalan yang di tahun 2025 ini sudah 2 kali mendapat penanganan tambal sulam BPJN Bengkulu. (foto: dok)

Rejang Lebong, mediabengkulu.co – Pekerjaan tambal sulam jalan nasional Air Meles Atas, Kecamatan Selupuh Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, yang dilakukan oleh BPJN Pemerintah Provinsi Bengkulu, menuai kecaman dari masyarakat.

Pasalnya, diduga tidak menggunakan aspal produksi Asphalt Mixing Plant atau AMP, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan kualitas jalan yang dikerjakan.

“Jalan ini baru ditambal sulam pada bulan Maret tahun ini (2025), akan tetapi pada bulan Juli ini, hanya beberapa bulan kemudian, kembali rusak di beberapa titik yang sama. Ini sangat mengecewakan dan menimbulkan pertanyaan tentang kualitas pekerjaan mereka,” ujar sumber dengan nada kecewa, Rabu (9/7/2025).

Masyarakat menilai bahwa pekerjaan tambal sulam jalan ini tidak serius dan hanya dilakukan untuk memenuhi target proyek, bukan untuk memberikan hasil yang berkualitas dan tahan lama.

“Jika pekerjaan ini tidak dilakukan dengan baik, maka masyarakat yang akan menanggung akibatnya,” tambah sumber.

Pekerjaan tambal sulam jalan yang dilakukan oleh BPJN Bengkulu terkesan menjadi ladang bisnis tahunan bagi pihak pelaksana.

Pasalnya, pekerjaan ini terus-menerus dilakukan setiap tahun, namun hasilnya tidak pernah maksimal dan jalan tetap rusak.

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, aspal yang digunakan tidak memiliki kualitas yang sama dengan aspal produksi AMP.

Hal ini dapat menyebabkan jalan menjadi rusak lebih cepat dan tidak tahan lama.

Penggunaan aspal yang tidak produksi AMP ini diduga melanggar standar kualitas yang ditetapkan oleh pemerintah.

Pihak pelaksana, Jumadi, memberikan penjelasan bahwa rusaknya jalan disebabkan oleh beban lalu lintas yang berlebihan, yang melebihi kapasitas yang dirancang.

“Beban lalu lintas yang ada melebihi kapasitas yang dirancang. Hal ini menyebabkan jalan menjadi rusak lebih cepat dari yang diharapkan,” kata Jumadi, Selasa (15/7/2025).

Namun, masyarakat masih meragukan kebenaran penjelasan pihak pelaksana dan meminta agar pemerintah melakukan evaluasi lebih lanjut, untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek.

Pemerintah setempat diharapkan untuk melakukan evaluasi dan pengawasan yang lebih ketat terhadap pekerjaan tambal sulam jalan ini, serta memastikan bahwa anggaran digunakan secara efektif dan efisien untuk kepentingan masyarakat.

Masyarakat juga berharap agar pemerintah dapat transparan dalam menangani kasus ini dan memberikan penjelasan yang jelas tentang kualitas pekerjaan yang dilakukan. (Yurnal)