Pemkab Rejang Lebong Luncurkan Sekolah Rakyat, Perluas Akses Pendidikan Inklusif

Rejang Lebong, mediabengkulu.co — Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong meluncurkan program rintisan Sekolah Rakyat sebagai langkah strategis untuk meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga pra-sejahtera.

Program ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab dalam mempercepat terwujudnya pendidikan inklusif di daerah, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.

Bupati Rejang Lebong, HM Fikri Thobari, menyampaikan program Sekolah Rakyat bertujuan menjangkau anak-anak yang selama ini terkendala dalam mengakses pendidikan formal.

“Rintisan Sekolah Rakyat ini menyasar anak-anak dari keluarga pra-sejahtera yang selama ini belum mendapat akses pendidikan yang layak,” ujar Fikri, Jumat (1/8/2025).

Sebagai langkah awal, gedung Balai Latihan Kerja Masyarakat akan dimanfaatkan sebagai ruang belajar dan asrama sementara bagi para siswa.

Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung proses belajar-mengajar sekaligus menyediakan tempat tinggal yang layak selama masa pendidikan.

Plt Kepala Dinas Sosial Rejang Lebong, Lince Malini, menjelaskan pendataan calon peserta didik telah dilakukan untuk jenjang SD dan SMP.

Proses ini melibatkan tenaga pendamping sosial di lapangan guna memastikan ketepatan sasaran.

“Kami telah melakukan pendataan dengan bantuan tenaga pendamping sosial. Saat ini kami sedang menunggu izin penggunaan gedung BLKM untuk dijadikan ruang belajar dan asrama,” kata Lince.

Setelah izin pinjam pakai gedung diperoleh, Dinas Sosial akan melaporkan rencana pendirian Sekolah Rakyat ke Kementerian Sosial guna mendapatkan persetujuan dan dukungan lanjutan.

Program ini menyasar anak-anak usia 17–18 tahun dari keluarga dalam kategori Desil 1 dan 2 berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial.

Selain pendidikan formal, para siswa juga akan tinggal di asrama dengan dukungan berbagai fasilitas penunjang.

Pendamping Program Keluarga Harapan, Fauzan Afghani, mengungkapkan bahwa lokasi utama Sekolah Rakyat akan berada di Desa Tebat Tenong Luar, Kecamatan Bermani Ulu Raya.

Lahan seluas lima hektare telah disiapkan sebagai lokasi pembangunan fasilitas pendidikan jangka panjang.

“Sekolah ini akan menyediakan fasilitas gratis, mulai dari seragam, perlengkapan sekolah, tempat tidur, alat mandi, makan tiga kali sehari, hingga pembimbing di asrama,” jelas Fauzan.

Ia juga mengimbau masyarakat yang memenuhi kriteria untuk segera mendaftar. Pendaftaran dapat dilakukan di Sekretariat PKH di Mal Pelayanan Publik dengan membawa persetujuan orang tua atau wali.

Program Sekolah Rakyat menjadi bagian dari visi dan misi Pemkab Rejang Lebong dalam mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045, melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Diharapkan, program ini mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat serta memperluas akses pendidikan yang adil dan merata. (Yurnal)