Kota Bengkulu, mediabengkulu.co – Pemerintah Kota Bengkulu resmi meluncurkan program Kick Off Genting 2025 (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), yang digelar di Gedung Hidayah 3, Sekretariat Daerah Kota Bengkulu, Senin (11/8/2025).
Kegiatan ini menjadi langkah awal kolaboratif dalam menekan angka stunting di kota Bengkulu. Wakil Walikota Bengkulu, Ronny PL Tobing, membuka langsung acara tersebut.
Wakil Walikota menyampaikan, program ini merupakan inisiatif Dinas P3AP2KB Kota Bengkulu untuk mengajak berbagai pihak, terutama pengusaha, BUMN dan BUMD, menjadi bagian dari solusi stunting melalui pola orang tua asuh.
“Bagaimana kita mencegah stunting pada anak-anak yang terindikasi masalah kesehatan, itu inti dari program ini. Kami undang seluruh stakeholder, termasuk pengusaha dan BUMN, untuk menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yang membutuhkan,” ujar Ronny.
Ronny menjelaskan, adanya perubahan batas usia dalam pendataan stunting, dari semula hanya anak di bawah dua tahun, kini diperluas hingga lima tahun—menjadi salah satu alasan meningkatnya angka stunting yang tercatat di Kota Bengkulu.

“Kalau dulu anak-anak yang didata hanya sampai dua tahun, sekarang sudah sampai lima tahun. Jadi memang ada peningkatan data, sekitar 9 persen. Tapi kami tidak hanya melihat angka, melainkan fokus pada upaya menurunkannya secara signifikan,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan, ke depan pola bantuan yang diberikan tidak hanya sekali sehari, tapi akan ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali, untuk memastikan kecukupan gizi anak-anak yang terdampak.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Dewi Dharma, mengatakan bahwa dukungan dari pihak swasta sudah mulai mengalir, baik dalam bentuk nutrisi maupun non-nutrisi.
“Salah satu contohnya dari GSD yang membantu pembangunan WC komunal di Sumberjaya. Ini bukan sekadar fasilitas, tapi sangat berpengaruh terhadap perilaku hidup bersih dan sehat,” terang Dewi.
Selain itu, beberapa donatur juga telah rutin memberikan bantuan pangan, seperti dari Angkasapura yang setiap bulan menyuplai telur untuk 11 anak, serta dukungan dari PLN dan pihak swasta lainnya.
Dewi menambahkan, bahwa pembangunan WC komunal modern yang dapat dimanfaatkan dua RT sekaligus, akan diperluas jika dukungan dari stakeholder lainnya seperti BSI bisa dikomunikasikan dengan baik.

“WC-nya sudah modern, ada air dan sistem penyedotannya juga bagus. Tapi ke depan, yang paling penting adalah pemeliharaannya agar bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh warga,” kata Dewi.
Ia juga menyinggung sinergi program bedah rumah dari Perkim dengan data keluarga berisiko stunting. Ke depan, bantuan akan diprioritaskan kepada keluarga yang termasuk dalam data pendampingan stunting, agar program menjadi lebih terintegrasi dan berdampak nyata.
Dengan semangat kolaborasi yang dikobarkan lewat Kick Off Genting, Pemkot Bengkulu berharap angka stunting bisa ditekan secara bertahap, demi menciptakan generasi emas 2045 yang sehat dan berkualitas. (hln)






