Suharto Tegas! Kejurprov PBSI 2025 Bukan Sekadar Ajang, Tapi Alarm untuk Pengprov Segera Tuntaskan Program

Bengkulu, mediabengkulu.co – Kejuaraan Provinsi PBSI Bengkulu 2025 kembali menggairahkan semangat olahraga di Bumi Rafflesia.

Namun di balik semaraknya pertandingan, Ketua Umum Pengprov PBSI Bengkulu sekaligus Anggota DPRD Provinsi, H. Suharto, S.E., M.B.A., menyuarakan keprihatinan yang tak bisa diabaikan.

Turnamen yang berlangsung pada 28–31 Agustus 2025 ini diikuti oleh 190 atlet dari 20 klub se-Provinsi Bengkulu, mempertemukan para pebulu tangkis muda dalam laga penuh semangat dan harapan.

“Kita ingin Kejurprov ini jadi ajang pembuktian kualitas dan karakter atlet Bengkulu. Tapi lebih dari itu, ini juga momentum kita menata ulang arah pembinaan olahraga,” ujar Suharto saat membuka turnamen.

Namun, Suharto tak hanya fokus pada euforia kejuaraan. Ia dengan tegas menyinggung soal berulangnya penganggaran program yang tak kunjung direalisasikan di tubuh Pengprov.

“Ini bukan soal teknis semata. Jika anggaran sudah disetujui tapi program tidak dilaksanakan, itu berpotensi menimbulkan keuntungan sepihak. Saya tidak bisa diam melihat ini,” tegasnya.

Sebagai anggota Badan Anggaran DPRD Provinsi Bengkulu, Suharto merasa bertanggung jawab untuk menyuarakan persoalan ini secara terbuka.

“Kita sudah berkali-kali anggarkan, tapi nyatanya masih juga tidak jalan. Alasannya teknis dan vendor, tapi ini tidak bisa terus-menerus dijadikan tameng. Saya minta semua pihak serius menyelesaikannya,” katanya.

Suharto juga menegaskan bahwa sebagai Ketua Pengprov dan wakil rakyat, ia tidak sekadar hadir untuk seremonial.

“Saya minta program-program pembinaan yang belum tuntas segera diselesaikan. Jangan sampai dunia olahraga kita maju hanya di permukaan, tapi carut-marut di dalam,” pungkasnya.

Di sisi lain, Kejurprov ini tetap mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi dan KONI Bengkulu.

Pejabat Sekda, Herwan Antoni, menyebut turnamen sebagai ajang penting membangun mental juara.

Sementara Ketua Harian KONI, Sanuludin, berharap lahir atlet baru yang bisa mengharumkan nama daerah di kancah nasional.

Kejurprov PBSI 2025 akhirnya menjadi lebih dari sekadar pertandingan.

Di balik raket dan shuttlecock, tersimpan pesan kuat dari Suharto: pembinaan atlet harus berjalan seiring dengan transparansi dan komitmen dalam pengelolaan organisasi. (hln)