Turnamen Gaple Terbesar di Bengkulu, Bupati Fikri Apresiasi Panitia Kejari dan PWI

Turnamen gaple terbesar di Provinsi Bengkulu yang digelar oleh Kejaksaan Negeri Rejang Lebong di GOR Curup pada Jumat (29/8/2025) hingga Sabtu (30/8/2025). (foto: dok)

Rejang Lebong, mediabengkulu.co – Turnamen gaple terbesar di Provinsi Bengkulu yang digelar oleh Kejaksaan Negeri Rejang Lebong di GOR Curup pada Jumat (29/8/2025) hingga Sabtu (30/8/2025) telah mencatat sejarah sebagai ajang kompetisi gaple terbesar di provinsi ini.

Turnamen ini diikuti oleh hampir seribu peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Bengkulu, serta dari luar daerah.

Bupati Rejang Lebong, H. M. Fikri Thobari, menyampaikan apresiasi atas suksesnya turnamen tersebut.

Ia menilai bahwa kegiatan berlangsung tertib dan lancar berkat kerja panitia yang profesional.

“Salut untuk panitia yang mampu mengelola kegiatan ini dengan baik. Jumlah peserta yang sangat banyak justru bisa dikelola secara tertib dan lancar. Ini menunjukkan kekompakan dan keseriusan panitia,” ujar Fikri, Sabtu (30/8/2025)

Kajari Rejang Lebong, Fransisco Tarigan, menegaskan turnamen gaple ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kejaksaan Republik Indonesia.

Turnamen ini terselenggara berkat kerja sama antara Kejari Rejang Lebong dan Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Rejang Lebong.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari, Husni Mubarok yang dipercayakan sebagai ketua panitia mengungkapkan, turnamen ini menawarkan hadiah yang menarik bagi para peserta, termasuk satu unit sepeda motor dan satu unit sepeda listrik.

Panitia juga menyiapkan hadiah hiburan lain seperti kulkas, televisi, serta berbagai doorprize.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi dalam turnamen ini, dengan pertandingan yang berlangsung profesional dan arena khusus bagi peserta.

Ketua PWI Kabupaten Rejang Lebong, Nur Muhammad, berharap turnamen gaple ini bisa menjadi agenda rutin sekaligus sarana mempererat silaturahmi.

“Kami menilai kegiatan ini menjadi ajang memperkuat kebersamaan antara kejaksaan, insan pers, pemerintah daerah, dan masyarakat,” ujarnya. (Yurnal)