Kota Bengkulu, mediabengkulu.co – Sekitar 20 warga terdampak pembangunan Jembatan Merapi Raya menggelar pertemuan bersama aparat dan perwakilan pemerintah di Showroom Mobil Santicho, Kelurahan Kebun Tebeng, Kota Bengkulu, Selasa (7/10/2025).
Pertemuan ini dihadiri oleh Kapolsek Ratu Agung AKP T. Sembiring, perwakilan Dinas PUPR Kota Bengkulu, Lurah Kebun Tebeng, kontraktor proyek, serta tokoh RT dan RW setempat.
Warga mengeluhkan dampak proyek terhadap usaha dan akses jalan. Penumpukan material proyek sepanjang 30 meter selama satu bulan dinilai mengganggu aktivitas warga, terutama pedagang kecil.
“Pendapatan kami turun drastis karena jalan ditutup dan pembeli susah masuk,” kata Rina, pedagang pulsa yang usahanya tepat di dekat lokasi pembangunan.
“Peletakan material di depan showroom sangat mengganggu. Kami minta kontraktor sosialisasi lebih dulu ke warga,” ujar Junaidi, pemilik Showroom Santicho.
Perwakilan LSM Gerakan Perjuangan Pemuda Bengkulu (GPPB), Vikram Alrio, menyebut proyek ini sudah memicu ketegangan di lapangan.
“Sudah beberapa kali terjadi keributan antara warga dan pengendara karena jalan ditutup. Ini harus segera ditangani,” tegasnya.
Lurah Kebun Tebeng, menyatakan pihak kontraktor sudah menunjuk tiga petugas untuk pengaturan lalu lintas.
Warga diarahkan melalui gang alternatif untuk menghindari lokasi pembangunan.
“Kami minta semua pihak tetap tenang dan saling koordinasi. Jalan alternatif sudah disiapkan,” kata Lurah dalam pertemuan.
Sementara itu, Ketua RW 1 dan Ketua RT 5, Kelurahan Kebun Tebeng, menyatakan warga mendukung pembangunan jembatan karena dinilai penting untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi.
“Warga memang terdampak, tapi ini demi kepentingan jangka panjang. Kami minta solusi, agar warga tetap bisa berusaha,” ujar Ketua RW 1.
Kapolsek Ratu Agung AKP T. Sembiring menanggapi keluhan warga dengan mendorong penyampaian tuntutan secara tertulis dan terstruktur.
“Silakan buat draft tuntutan. Sampaikan lewat RT/RW ke kelurahan agar bisa diteruskan ke dinas terkait,” imbaunya.
Hasil pertemuan menyepakati dua poin penting:
1. Warga akan menyusun draft tuntutan tertulis.
2. Pihak kelurahan akan meneruskan ke instansi terkait dan menjadwalkan pertemuan lanjutan. (hln)
Warga Keluhkan Dampak Proyek Jembatan Merapi Raya, Minta Solusi dan Kompensasi






