Mukomuko, Mediabengkulu.co – Petani di Lubuk Pinang dan XIV Koto kembali bersuara, menuntut aparat penegak hukum dan pemerintah bertindak tegas atas dugaan korupsi proyek irigasi tersier di Mukomuko.
Proyek swakelola senilai puluhan miliar itu dinilai asal jadi dan tak sesuai spesifikasi.
Sejumlah titik pekerjaan di Desa Arah Tiga dan Ranah Karya ditemukan bermasalah.
Tak ada papan proyek, tak ada pengawas, dan pencampuran semen dilakukan manual tanpa molen.
“Proyek ini dikerjakan asal-asalan. Kami curiga ada permainan,” ungkap warga Lubuk Sanai saat ditemui awak media, Kamis (16/10/2025).
Saat turun ke lapangan, wartawan menemukan pekerja tanpa pengawasan teknis.
“Kami hanya pekerja. Bos kami Arifin. Kami hanya ikut kerja,” kata seorang tukang proyek.
Direktur Rumus Institute, Rusman Azwardi, mendesak APH segera turun tangan.
Ia meminta kasus ini diproses secara hukum dan kerugian negara dikembalikan.
“Kami ingin ini jadi contoh. Jangan ada lagi penyalahgunaan anggaran negara,” tegas Rusman.
Masyarakat berharap pengawasan proyek pemerintah diperketat demi mencegah korupsi serupa di masa depan. (Wisky)
Petani Desak Pemerintah dan APH Usut Dugaan Korupsi Proyek Irigasi BWS Mukomuko






