Polri Tegaskan Peran Aktif Dukung Astacita Presiden Prabowo lewat Pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Peresmian Masjid An-Nahdah Suhanda, serta peletakan batu pertama rumah ibadah lintas agama di SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB), Kamis (13/11/2025).

Bandung, mediabengkulu.co – Polri menegaskan komitmennya mendukung Program Astacita Presiden Prabowo Subianto, khususnya percepatan pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Komitmen itu diwujudkan melalui kegiatan topping off gedung Academic Center dan Library, peresmian Masjid An-Nahdah Suhanda, serta peletakan batu pertama rumah ibadah lintas agama di SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Kamis (13/11/2025).

Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, memimpin langsung kegiatan tersebut.

Ia menegaskan bahwa SMA KTB bukan sekadar sekolah, melainkan pusat pembinaan karakter generasi muda.

“Sekolah ini bukan hanya tempat belajar, tapi pusat pembentukan karakter yang akan melahirkan generasi unggul, berakhlak, dan berdaya saing global,” ujarnya.

Dedi menekankan pentingnya kualitas manusia sebagai faktor utama kemajuan bangsa.

“Sumber daya alam yang melimpah tidak akan berarti tanpa manusia yang unggul. Karena itu, kita harus menyiapkan generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju,” tegasnya.

Ia juga menyoroti perlunya Indonesia mempercepat pembangunan sekolah unggulan.

“Tiongkok mengirim 134 ribu mahasiswa ke kampus top dunia, India 90 ribu, Vietnam 30 ribu, sementara Indonesia masih di bawah 10 ribu. Ini PR besar bagi kita,” jelasnya.

Wakapolri mengaku bangga Polri dapat berperan dalam pembangunan SMA KTB.

“Alhamdulillah, angkatan pertama berjumlah 120 siswa menunjukkan potensi luar biasa. Mereka dibina dengan 12 karakter kebhayangkaraan sebagai fondasi moral dan kepemimpinan,” katanya.

Terkait penerimaan siswa baru, ia menargetkan peningkatan signifikan.

“Tahun ini animo harus kita gas lagi. Target minimal 15.000 pendaftar agar kita bisa memilih bibit unggul generasi emas Indonesia,” ujarnya.

Dari sisi pembangunan, progres fisik SMA KTB mencapai 18,796%, melampaui target 18,047%.

“Kita optimistis seluruh fasilitas selesai tepat waktu dan sekolah bisa beroperasi penuh pada Mei 2026,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Wakapolri juga meresmikan Masjid An-Nahdah Suhanda yang berkapasitas 976 jemaah dan memulai pembangunan rumah ibadah lintas agama—gereja Katolik, gereja Protestan, vihara, dan pura—sebagai simbol toleransi dan persaudaraan.

“Pembangunan rumah ibadah di satu kawasan pendidikan ini menjadi simbol kuat keberagaman. Dari sini kita tanamkan nilai toleransi sejak dini,” ujarnya.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, Polri dan Yayasan Kemala Bhayangkari menyalurkan 1.000 paket bantuan untuk anak yatim dan warga sekitar, serta menyerahkan satu unit bus sekolah bagi SMA KTB.

“Dengan kerja sama yang solid dan pengabdian tulus, saya yakin SMA KTB akan melahirkan generasi berkarakter dan siap membawa Indonesia menuju Emas 2045,” tutup Wakapolri. (**)