Kota Bengkulu, mediabengkulu.co – Polemik dugaan pencemaran limbah oleh jaringan restoran Mie Gacoan kembali memicu kegaduhan.
Warga menilai penanganan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terlalu pasif, sementara beberapa media dianggap menyajikan informasi yang tidak sesuai fakta lapangan.
Masyarakat menuntut dua hal: ketegasan pemerintah dan kejujuran media.
Warga Nilai Pemberitaan Tak Sesuai Fakta
Sejumlah media online memuat klarifikasi manajemen Mie Gacoan yang menyebut insiden limbah hanyalah “kebocoran teknis” atau “masalah pipa sesaat.”
Warga menilai narasi itu terlalu ringan dibanding kondisi yang mereka hadapi.
“Setiap hari kami mencium bau tak sedap dan melihat air sumur berubah. Ini bukan persoalan kecil,” kata Ahmad, Senin (8/12/2025).
Bagi warga, pencemaran bukan peristiwa tiba-tiba.
Mereka menilai persoalan ini mengarah pada kegagalan sistem pengelolaan limbah, bukan sekadar insiden teknis.
Media yang menelan mentah-mentah klarifikasi tanpa verifikasi lapangan dinilai gagal menjalankan peran kontrol sosial.
Warga mendesak media agar mengoreksi pemberitaan dan melakukan investigasi menyeluruh agar publik tidak tersesat oleh narasi yang tidak akurat.
DLH Dinilai Lamban dan Tidak Tegas
Sikap DLH yang hanya mengeluarkan imbauan dan janji evaluasi juga menuai kritik.
Warga mempertanyakan mengapa dugaan pelanggaran lingkungan berulang kali hanya direspons dengan langkah administratif ringan.
“Kalau ada pencemaran, harus ada tindakan tegas. Jangan hanya datang, cek, lalu selesai,” ujar warga lain.
Keterlambatan respons ini menimbulkan kecurigaan publik tentang adanya ketidaktegasan atau kelonggaran yang tidak semestinya.
Warga meminta DLH mengambil langkah nyata, termasuk kemungkinan penghentian operasi sementara bila terbukti ada pelanggaran.
Desakan Penegakan Hukum Tanpa Kompromi
Warga mendesak aparat penegak hukum menindaklanjuti dugaan pencemaran sesuai Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH).
Mereka berharap penanganan dilakukan transparan dan profesional.
“Lingkungan sehat adalah hak masyarakat. Jangan sampai kepentingan publik dikalahkan oleh kepentingan apa pun,” tegas warga
Warga juga meminta setiap proses yang berjalan disampaikan terbuka kepada publik agar tidak memunculkan spekulasi. (Hln)
Warga Geram! Desak Hentikan Pencemaran dan Pemberitaan Menyesatkan soal Limbah Mie Gacoan






