Kota Bengkulu, mediabengkulu.co – Persoalan sampah di perkotaan terus meningkat. Anggota DPRD Provinsi Bengkulu sekaligus Ketua Komisi IV, Usin Abdisyah Putra Sembiring, memilih turun langsung mengajak warga mengelola sampah secara mandiri melalui gerakan Bank Sampah berbasis komunitas.
Usin menilai solusi sampah tidak cukup berhenti pada regulasi. Perubahan, menurutnya, harus dimulai dari kebiasaan masyarakat di rumah tangga.
“Sampah bukan hanya soal jumlah, tapi soal kesadaran. Kalau warga mau memilah sejak dari rumah, dampaknya akan terasa besar,” tulis Usin di akun Facebook resminya, Rabu (10/12/2025).
Ia mengingatkan, produksi sampah nasional telah mencapai puluhan juta ton per tahun. Tanpa keterlibatan warga, persoalan lingkungan akan terus berulang.
Melalui Bank Sampah, Usin mendorong perubahan pola pikir. Sampah tidak lagi dibuang, tetapi dikelola dan memiliki nilai guna. Warga memilah sampah, menyetorkannya, lalu mendapatkan manfaat ekonomi dari hasil pengolahan.
“Bank Sampah bukan sekadar soal bersih. Ini tentang kemandirian dan nilai ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya.

Program ini mulai menunjukkan hasil. Sejumlah permukiman terlihat lebih bersih, sementara warga merasakan tambahan penghasilan dari sampah yang dikelola bersama.
Meski dihadapkan pada tantangan fasilitas dan perubahan perilaku, Usin menegaskan gerakan ini akan terus berjalan dengan mengedepankan kolaborasi.
“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, komunitas, dan warga harus bergerak seiring,” ujarnya.
Usin berharap Bank Sampah tumbuh menjadi budaya baru di Kota Bengkulu, dimulai dari langkah sederhana, konsisten, dan berkelanjutan. (Adv)






