Dari Malang untuk Dunia: PBSI Pasang Target Emas Olimpiade Los Angeles 2028

Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PBSI 2025 di Malang, Jawa Timur, pada tanggal 13–14 Desember 2025. (foto: ist)

Malang, mediabengkulu.co – Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengirim sinyal keras ke dunia. Dari Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PBSI 2025 di Malang, Jawa Timur, pada tanggal 13–14 Desember 2025, satu target dipancang tegas: emas Olimpiade Los Angeles 2028.

Modalnya tak main-main. Sepanjang 2025, atlet Indonesia turun di 56 turnamen dunia dan memborong 143 medali.

Rinciannya mencengangkan:

39 emas
45 perak
59 perunggu

“Ini bukti Indonesia masih kekuatan besar bulu tangkis dunia. Tapi kami belum puas,” tegas Ketua Umum PP PBSI Irjen Pol Fadil Imran.

PBSI memperkuat sistem pembinaan nasional. Pelatnas tetap berpusat di Cipayung, Jakarta, namun jaring bakat daerah diperluas lewat Pelatnas Wilayah.

Wilayah Barat: Medan
Wilayah Timur: Surabaya

“Kita tidak boleh bergantung pada satu titik. Prestasi harus lahir dari seluruh Indonesia,” kata Fadil.

Sepanjang 2025, PBSI menggulirkan kejuaraan secara masif:

Sirnas PBSI: 10 kali
Sirnas C: 13 kali
Sirnas Premier: 1 kali
Kejurnas: 1 kali

Turnamen ini menjadi jalur utama penyaringan atlet menuju level dunia.

Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PBSI 2025 di Malang, Jawa Timur, pada tanggal 13–14 Desember 2025. (foto: ist)


Ketua PBSI Pengprov Bengkulu, H. Suharto, SE., MBA, menyatakan bangga bisa terlibat langsung di kepengurusan PP PBSI pusat sekaligus dipercaya memimpin PBSI Bengkulu.

“Di tengah efisiensi anggaran, kami tetap berjuang membina atlet Bengkulu,” tegas Suharto.

Namun, Suharto menyayangkan minimnya dukungan anggaran daerah. Akibatnya, atlet Bengkulu gagal tampil di dua event besar, yakni Sirnas Medan dan Kejurnas Malang 2025.

“Padahal atlet putri kami juara nasional. Tunggal dan ganda putri Bengkulu juara satu Sirnas Jawa Barat, Juli 2025,” ungkapnya.

Menurut Suharto, kondisi ini sangat memprihatinkan.

“Potensi sudah ada. Prestasi sudah terbukti. Tapi momentum justru terlepas,” ujarnya.

Suharto juga menyinggung perlunya pengawasan serius terhadap penggunaan anggaran olahraga.

“Kami punya fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan APBD. Kami minta masyarakat ikut mengawasi, termasuk aparat penegak hukum, agar tidak ada penyimpangan anggaran,” tegas Suharto.

Mukernas PBSI 2025 mengunci satu arah. Pusat dan daerah harus bergerak dalam satu komando.

“Bulu tangkis adalah identitas bangsa. Target kita satu: emas Olimpiade,” tutup Fadil Imran.

Mesin sudah dipanaskan. Target sudah dipatri. Kini, Indonesia bersiap menyalakan kembali dominasinya di panggung dunia. (hln)