Waka I DPRD Bengkulu Soroti Krisis Kemanusiaan Banjir Aceh Tamiang

Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, menyerahkan bantuan untuk masyarakat Aceh Tamiang. (foto: ist)

Aceh Tamiang, mediabengkulu.co – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, menyoroti kondisi krisis kemanusiaan akibat banjir besar yang melanda Aceh Tamiang, dengan ketinggian air mencapai enam meter dan melumpuhkan aktivitas warga.

Berdasarkan pengamatan langsung saat melintas menuju Aceh Tamiang dan Langsa, Teuku, menyebut bencana tersebut telah mengisolasi masyarakat dari layanan dasar, termasuk listrik dan jaringan komunikasi.

“Kondisinya sangat memprihatinkan. Aceh Tamiang seperti kota mati, warga terisolasi tanpa listrik dan sinyal,” ujar Teuku Zulkarnain, Jumat (12/12/25).

Ia menjelaskan, listrik dilaporkan padam sejak 26 Desember, sementara jaringan komunikasi lumpuh total, menyulitkan warga untuk berkoordinasi maupun mengakses bantuan darurat.

Selain itu, tumpukan puing bangunan dan material banjir terlihat menutup ruas jalan utama dan permukiman warga, menghambat mobilitas serta distribusi logistik.

Sebagai pimpinan DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku, menekankan perlunya respons cepat dan terkoordinasi dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk mencegah dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas.

“Pemulihan infrastruktur dasar harus segera dilakukan. Jika terlalu lama, dampaknya akan semakin berat bagi masyarakat,” tegas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

Menurutnya, penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada evakuasi, tetapi juga pada pemulihan ekonomi warga agar kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan normal. (Adv)