Polres Bener Meriah dan Brimob Pasang Tali Sling, Pulihkan Akses Warga

Pemasangan tali sling dilakukan di Desa Simpang Rahmat, Kecamatan Gajah Putih, Kabupaten Bener Meriah, Jumat (26/12/2025). (Foto: ist)

Bener Meriah, mediabengkulu.co – Pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor, Polres Bener Meriah bersama Brimob Kompi 3 Batalyon B Pelopor, melakukan pemulihan akses dan fasilitas bagi masyarakat terdampak.

Polres Bener Meriah dan Brimob melaksanakan pemasangan tali sling sebagai jalur penyeberangan darurat bagi warga yang terisolir.

Tiga desa tersebut, yakni Desa Bergang, Desa Pantan Reduk, dan Desa Karang Ampar, Kabupaten Aceh Tengah.

Pemasangan tali sling dilakukan di Desa Simpang Rahmat, Kecamatan Gajah Putih, Kabupaten Bener Meriah, Jumat (26/12/2025).

Lokasi ini merupakan akses penghubung vital antara Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah yang sebelumnya terputus akibat rusaknya fasilitas pasca bencana.

Kapolres Bener Meriah menjelaskan, tali sling yang dipasang berdiameter 18 milimeter dengan tingkat kekuatan lebih besar.

Sehingga aman digunakan masyarakat untuk melintas, termasuk untuk evakuasi orang sakit dan lansia.

“Pemasangan sling ini bertujuan membantu masyarakat, baik dalam hal evakuasi maupun penyaluran logistik. Proses pengerjaan telah berlangsung selama enam hari,” ungkap Kapolres.

“Dengan harapan sling ini, dapat dimanfaatkan masyarakat untuk transfer logistik. Termasuk hasil pertanian seperti durian dan cabai, sehingga perekonomian warga dapat kembali pulih,” tambahnya.

Dengan kondisi medan yang cukup berat dan arus sungai yang masih berisiko, personel Polres Bener Meriah bersama Brimob tetap bekerja maksimal, demi memastikan keselamatan dan kelancaran akses masyarakat.

Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Simpang Rahmat, Marikul selaku Kepala Desa, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian yang diberikan.

“Masyarakat sangat senang dan terbantu. Sling yang dibangun sangat aman dan tebal, sehingga cocok untuk penyeberangan sepeda motor maupun pengangkutan barang-barang berat,” ujar Marikul.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan. Tetapi juga berperan aktif dalam membantu pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi warga pasca bencana alam. (**)