Kapolda Bengkulu Pimpin Apel Perdana 2026

Bengkulu, mediabengkulu.co – Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono, memimpin apel perdana tahun 2026 di Lapangan Apel Anton Soedjarwo Polda Bengkulu, Senin (5/1/2026).

Apel diikuti Pejabat Utama (PJU) dan seluruh personel Polda Bengkulu.

Dalam amanatnya, Kapolda menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru 2026.

Ia menegaskan pentingnya peningkatan kinerja, disiplin, dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kapolda mengapresiasi pelaksanaan Operasi Lilin Nala 2025 yang berlangsung aman dan kondusif.

Namun, ia mengingatkan agar langkah preventif terus ditingkatkan, khususnya di bidang lalu lintas.

Sepanjang operasi tersebut tercatat 53 kejadian kecelakaan.

Kapolda juga memaparkan capaian Polda Bengkulu selama 2025.

Di antaranya program Senin Sosialisasi di 60 sekolah, bedah rumah sebanyak 65 unit, Jumat Curhat, Berbagi Berkah, Gerakan Sriduri, serta berbagai program ketahanan pangan dan sosial.

Menghadapi agenda nasional Januari 2026, Kapolda meminta seluruh satuan memastikan kesiapsiagaan pengamanan dan pelayanan.

Ia menekankan pemanfaatan anggaran DIPA 2026 secara tepat sasaran, dengan perencanaan matang dan percepatan pelaksanaan sejak awal tahun.

Kapolda turut mengingatkan potensi cuaca ekstrem di Provinsi Bengkulu.

Berdasarkan informasi BMKG, wilayah Bengkulu berpotensi mengalami angin kencang hingga 50 km/jam, hujan disertai kilat dan petir, serta gelombang laut setinggi 2 hingga 2,5 meter.

Ia meminta peningkatan patroli di wilayah rawan dan penguatan koordinasi lintas instansi dalam kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi.

Selain itu, Kapolda menegaskan bahwa KUHP dan KUHAP baru mulai berlaku sejak 2 Januari 2026.

Seluruh personel diminta memahami dan menyesuaikan pelaksanaan tugas sesuai aturan yang berlaku, dengan tetap mengutamakan keselamatan, kesehatan, dan kepatuhan terhadap SOP.

Di akhir amanat, Kapolda membacakan puisi karya WS Rendra yang sarat makna tentang rasa syukur dan penerimaan terhadap kehendak Tuhan.

“Ketika aku ingin hidup kaya, aku lupa bahwa hidup itu sendiri adalah sebuah kekayaan. Ketika aku berat untuk memberi, aku lupa bahwa semua yang aku miliki adalah pemberian,” ucap Kapolda.

Kapolda berharap pesan dalam puisi tersebut menjadi refleksi bagi seluruh personel agar lebih bijak, rendah hati, dan tangguh dalam menghadapi tantangan tugas ke depan. (**)